Berita Batang

Angka Perceraian di Batang Tahun 2022 Capai 2.540 Perkara, Faktor Ekonomi Masih Mendominasi

Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Batang mencatat angka perceraian pada 2022 mencapai 2.540 perkara.

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
IST
Pelayanan terpadu satu pintu di Pengadilan Agama Batang 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Batang mencatat angka perceraian pada 2022 mencapai 2.540 perkara.


Tiap tahun angkanya stabil di 2.500 kasus perceraian, yang mana pada tahun sebelumnya mencapai 2.452 kasus. 

 

Dari jumlah tersebut, faktor ekonomi menjadi alasan tertinggi perceraian.


Hal ini ditandai dengan jumlah gugatan cerai dari perempuan yang mencapai 1.608 di tahun 2022.

 

Ketua PA Kabupaten Batang, Ikin mengungkapkan 2022, angka cerai gugat tiga kali lipat lebih banyak dibanding cerai talak yang hanya 455 kasus.


Sedangkan talak dari suami sendiri mayoritas didasari karena sang istri selingkuh.

 

"Perceraian karena faktor ekonomi masih terbanyak, rata-rata merasa tidak cukup dengan nafkah yang diberikan suaminya, sedangkan selingkuh persentasenya itu dari talak suami, mayoritas karena wanita selingkuhan," ungkapnya.


Menurutnya, faktor ekonomi tetap menjadi salah satu alasan kuat untuk bercerai.


Meski saat ini ada aturan baru yang diterapkan, yaitu alasan tidak diberi nafkah dua atau tiga bulan tidak lagi diterima. 


Lantaran hal ini dianggap prematur untuk dijadikan sebagai dasar alasan perceraian 


"Sekarang tidak diperbolehkan dijadikan alasan, karena bisa saja sang wanita sudah punya pengganti lain, sehingga mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama," pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved