Kamis, 21 Mei 2026

Berita Cilacap

Cilacap Dilanda Angin Kencang, Puluhan Rumah Warga di 3 Kecamatan Rusak

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di Cilacap pada Selasa (7/2/2023) siang.

Tayang:
Dokumentasi
Kondisi rumah warga Cilacap yang rusak akibat tertimpa pohon runbang saat bencana angin kencang pada Selasa (7/2/2023) kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, CILACAP - Hujan deras disertai angin kencang terjadi di Cilacap pada Selasa (7/2/2023) siang.

Bencana angin kencang itu merusak 65 rumah dan 2 bangunan gedung yang ada di tiga kecamatan yaitu di kecamatan Cipari, Wanareja dan Kedungreja.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Widjonardi menyampaikan, puluhan rumah warga kondisinya rusak ringan dan rusak sedang.

Adapun dua bangunan yang ikut rusak adalah gedung serbaguna dan pendopo balai desa.

"Untuk gedung serbaguna di Cipari biasa digunakan untuk Posyandu, TPQ dan sebagainya alami rusak sedang.

Kemudian untuk pendopo balai desa di kecamatan Kedungreja rusak ringan," ungkap Widjonardi. Rabu (8/2) malam.

Lebih lanjut Widjonardi merinci kerusakan puluhan rumah akibat bencana angin kencang tersebut.

Di kecamatan Cipari, angin kencang melanda desa Mekarsari dan desa Cisuru, akibatnya 56 rumah warga rusak ringan. Kemudian 5 rumah warga dan sebuah gedung serbaguna alami kerusakan sedang.

Selanjutnya di kecamatan Wanareja, sebuah rumah juga tersapu angin kencang. Rumah milik Rodiyah warga desa Purwasari ini alami kerusakan ringan.

"Untuk dampak bencana angin kencang di kecamatan Kedungreja kami mencatat ada 3 unit rumah dan pendopo balai desa Bojongsari yang alami kerusakan ringan," jelas Widjonardi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana angin kencang kali ini. Namun mereka mengalami kerugian materiial atas kerusakan rumahnya. 

Dari 65 rumah dan 2 bangunan gedung yang rusak, BPBD Kabupaten Cilacap menaksir kerugian sebesar Rp 41 juta. 

Adapun upaya yang telah dilakukan BPBD Kabupaten Cilacap yaitu melakukan assesmen ke lokasi kejadian, melakukan perbaikan bersama warga, memberikan bantuan logistik kepada korban dan berkoordinasi dengan Pemdes setempat.

Widjonardi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait adabya cuaca ekstrem saat ini.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk menebang pohon yang membahayakan di sekitar rumah.

Pasalnya pohon-pohon yang berada di dekat rumah berpotensi roboh dan menimpa bangunan apabila terjadi hujan disertai angin kencang seperti yang terjadi Selasa sore kemarin.

"Menghimbau warga masyarakat untuk waspada dan berhati-hati karena potensi terjadi nya cuaca ekstrem. Bagi warga yang masih memiliki pohon tinggi di dekat rumah supaya di tebang karena membahayakan," imbaunya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved