Berita Jateng
Minat Baca Anak Muda di Jateng Rendah Berimbas ke Apatisme Politik
Minat baca masyarakat Indonesia minim. Hal tersebut juga tercatat oleh UNESCO.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Minat baca masyarakat Indonesia minim.
Hal tersebut juga tercatat oleh UNESCO.
Data dari UNESCO minat baca masyarakat hanya 0,001 persen.
Dalam arti, dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca.
Kondisi tersebut menempatkan Indonesia di urutan ke-60 dari 61 negara soal minat baca.
Menurut Casytha Arriwi Kathmandu, Senator RI, rendahnya minat baca berdampak pada apatisme politik di masyarakat.
Tak hanya skala nasional, di beberapa wilayah seperti Jateng hal tersebut juga terjadi.
Bahkan Casytha berujar apatisme terhadap politik menjangkit ke kaum milenial.
“Kondisi tersebut memang fakta, bahkan ada penelitian mengenai rendahnya minat baca masyarakat. Hal itu tidak bisa dipungkiri lagi,” terangnya, Minggu (11/9/2023).
Untuk mengantisipasi apatisme terhadap politik, kolaborasi dunia pendidikan dan politik harus berjalan harmonis.
Komunikasi antara politisi dan akademisi juga wajib intens untuk menciptakan keselarasan dan edukasi mengenai dunia politik.
“Selain itu minat baca harus terus didorong, tujuannya satu, agar anak muda melek politik,” paparnya.
Ia mengatakan politik tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia di suatu negara termasuk Indonesia.
Pasalnya, produk politik melekat erat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Masukan akademisi dan politisi juga jadi hal wajib agar dua segmen tersebut berjalan beriringan.
“Akademisi bisa memberikan masukan agar politisi menciptakan regulasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Casytha-Arriwi-Kathmandu-Senator-RI-Saat-ditemui-Tribunjatengcom-di-U.jpg)