Berita Nasional
Minim Resistensi Politik, Erick Thohir Potensial Diusung Cawapres
Menteri BUMN Erick Thohir digadang-gadang sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) potensial saat ini karena minimnya resistensi politik yang dimiliki.
TRIBUNPANTURA.COM - Menteri BUMN Erick Thohir digadang-gadang sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) potensial saat ini karena minimnya resistensi politik yang dimiliki. Hal tersebut membuat Erick Thohir dapat dipasangkan dengan siapa saja terutama Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Ade Reza Hariyadi menilai besarnya penerimaan terhadap Erick Thohir karena rekam jejak yang dimiliki. Selain itu, Erick Thohir juga memiliki pengalaman mumpuni, reputasi, dukungan logistik dan potensi elektabilitas yang terus naik.
“Selain termasuk figur kandidat cawapres potensial dengan elektabilitas yang trennya naik, Erick Thohir juga termasuk figur dengan resistensi politik yang rendah,” kata Ade.
Di samping itu, Erick Thohir minimnya resistensi politik yang dimiliki lantaran statusnya yang non parpol atau tidak terikat dengan partai politik manapun. Hal ini membuat Ketum PSSI ini bebas untuk diusulkan oleh parpol lain.
Seperti halnya PAN dan PPP yang menunjukkan minat untuk mengusulkan Erick Thohir sebagai cawapres. Di tengah masyarakat hal ini juga memberikan dampak positif elektoral Eks Presiden Inter Milan tersebut.
Terbukti berdasarkan hasil survei lembaga kredibel di Indonesia, sosok Erick Thohir menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam memilih cawapres. Seperti misalnya dari hasil survei Indikator Politik Indonesia, ia menempati posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 15,5 persen.
Sementara berdasarkan survei Poltracking Indonesia nama Erick Thohir berada di posisi pertama dengan elektabilitasnya berada di angka 17,1 persen. Hasil survei tersebut memperlihatkan Erick Thohir mengungguli nama-nama tenar lainnya lainnya seperti Menparekraf Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Menkopolhukam Mahfud MD, serta Gubernur Jawa Barat.
Oleh karena itu, Ade melihat Erick Thohir saat ini hanya perlu membangun komunikasi politik yang baik dan intens kepada sejumlah tokoh politik. Dengan sikapnya yang santun dan rendah hati, Erick Thohir berpeluang besar berkompetisi di Pilpres 2024 mendatang sebagai Cawapres.
“Kembali pada kemampuan Erick Thohir dalam membangun komunikasi politik yang intens dan efektif dengan parpol,” pungkas Ade.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Menteri-BUMN-Erick-Thohirgdfg54665.jpg)