Berita Nasional
Dulu AHY Sekarang Erick Thohir Puncaki Bursa Cawapres IPO
Erick Thohir kini terekam memuncaki elektabilitas cawapres versi IPO dengan tingkat keterpilihan sebesar 15,5 persen.
TRIBUNPANTURA.COM - Peta perpolitikan Indonesia menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang terus berubah. Baik dalam bursa calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) terus mengalami perubahan.
Seperti yang terungkap dari hasil survei terbaru dari Indonesia Political Opinion (IPO) periode 5 hingga 13 Juni 2023. Dalam hasil survei ini menunjukkan perubahan dalam peta persaingan cawapres.
Dalam hasil survei sebelumnya, 1 hingga 7 Maret 2023, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memuncaki klasemen cawapres dengan elektabilitas sebesar 19,5 persen. Namun kini berbalik, Menteri BUMN Erick Thohir menjadi cawapres pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menatap Pilpres 2024 mendatang.
Erick Thohir kini terekam memuncaki elektabilitas cawapres versi IPO dengan tingkat keterpilihan sebesar 15,5 persen.
"Untuk cawapres ini adalah nama-nama yang kami tawarkan ke publik, tertinggi Erick Thohir. Ini baru, sebelumnya yang biasa tertinggi AHY,” terang Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah.
Ia kemudian menjelaskan AHY biasa menjadi pilihan masyarakat karena memiliki status sebagai orang nomor satu di Partai Demokrat. Anak dari mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut juga pernah mengikuti kontestasi demokrasi sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017 lalu namun harus menelan kekalahan.
Berbeda dengan Erick Thohir yang semakin menguat sebagai cawapres karena keberhasilan yang dimiliki. Dedi mengatakan Ketum PSSI ini berhasil mencuat sebagai cawapres pilihan masyarakat lantaran berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dalam ajang SEA Games Kamboja 2023 kemarin.
Medali emas di cabang olah raga sepak bola ini menjadi yang pertama kalinya sejak 32 tahun lalu pada ajang yang sama. Erick Thohir juga mendapatkan perhatian lebih berkat perjuangannya dalam dinamika penyelenggaraan Piala Dunia U-20 sebagai Ketum PSSI maupun utusan pemerintahan Presiden Jokowi untuk bernegosiasi bersama FIFA.
Pun Indonesia tidak menjadi negara penyelenggara Piala Dunia U-20 namun Erick Thohir berhasil mendatangkan negara juara Piala Dunia 2022 yakni Argentina untuk berhadapan dengan Timnas Sepak Bola Indonesia pada 19 Juni mendatang. Keberhasilan di dunia sepak bola ini menjadi analisa Dedi bersama IPO, mengapa elektabilitas dari pemimpin andalan dan kepercayaan Presiden Jokowi tersebut menjadi yang teratas.
"Untuk hari ini sudah beralih ke Erick Thohir karena faktor piala dunia kemudian PSSI dan akan ada agenda Argentina misalnya dan itu mungkin saja jadi penyebab kenapa Erick Thohir dapat perhatian besar bagi publik," pungkas Dedi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Ketua-Umum-Ketum-PSSI-Erick-Thohir-saat-bersama-Presiden-Jokowi-A.jpg)