Senin, 25 Mei 2026

Berita Tegal

Momen Libur Sekolah, Pantai Pulo Kodok Tegal Ramai Pengunjung

Objek Wisata Pantai Pulo Kodok Kota Tegal pada momen libur sekolah tampak lebih dipadati oleh pengunjung

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA/Fajar Bahruddin Achmad
Suasana anak-anak bermain air di Objek Wisata Pantai Pulo Kodok Kota Tegal, Minggu (18/6/2023). 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Objek Wisata Pantai Pulo Kodok Kota Tegal pada momen libur sekolah tampak lebih dipadati oleh pengunjung, Minggu (18/6/2023). 


Pengunjung mayoritas rombongan dengan menggunakan odong-odong, pikap, angkutan umum, bahkan minibus. 


Antusias pengunjung tetap tinggi meskipun saat ini juga sudah memasuki musim rob. 


Seorang pengunjung, Nur Shofiyah (72) mengatakan, ia datang bersama rombongan menggunakan pikup dari Desa Bangun Galih, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. 


Rombongannya terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak. 


Karena saat ini, anak-anak habis ujian dan sedang libur sekolah. 


"Habis tes, jadi sekalian ajak anak-anak liburan dan refreshing," kata Nur kepada tribunjateng.com.


Nur mengatakan, ia baru pertama kali berlibur ke Pantai Pulo Kodok Tegal. 


Biasanya, hanya ke Pantai Kemantran di Kabupaten Tegal yang lebih dekat.


Ia menilai, Pantai Pulo Kodok ramai tetapi kebersihannya tetap terjaga. 


"Lumayan, gak begitu kotor. Jadi kami berani duduk di pinggir laut, karena bersih," ujanya.


Ketua Pokdarwis Pantai Pulo Kodok, Budiono mengatakan, pengunjung di masa libur sekolah memang ada peningkatan, tetapi belum signifikan. 


Pada akhir pekan, pengunjung masih di angka 1.000 orang.


Ia mengatakan, pengunjung ramai saat pagi hingga siang hari saja. 


Sementara siang pukul 13.00 WIB sampai sore mulai sepi karena adanya rob. 


"Alhamdulillah pengunjung semakin ramai. Kebanyakan rombongan odong-odong anak sekolah sama keluarga," katanya. 


Menurut Budiono, pihaknya juga menyiapkan beberapa antisipasi di masa musim rob ini. 


Antara lain menyiapkan Tim SAR yang terus berkeliling memantau pengunjung yang berenang, terutama anak-anak. 


Lalu saat air sudah naik, pihaknya melarang pengunjung untuk berenang. 


"Jadi saat air sudah naik pengunjung dilarang naik, kami juga tidak lagi menerima pengunjung dari luar," ungkapnya. 


Pengurus lain, Kasiran mengatakan, ia bersama yang lain rutin berkeliling dan mengingatkan pengunjung. 


Terutama para orangtua agar lebih menantau anak-anakya. 


"Jadi kami meningkatkan pengawas agar pengunjung juga nyaman dan tak henti-hentinya memberikan imbauan," ujarnya.

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved