Berita Kudus
Kurban Cara Siswa ASTI Kudus Berbagi Kebahagiaan Antar Sesama
Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kabupaten Kudus mengadakan penyembelihan hewan kurban pada momentum Hari Raya Iduladha tahun ini.
Penulis: Saiful Masum | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, KUDUS - Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kabupaten Kudus mengadakan penyembelihan hewan kurban pada momentum Hari Raya Iduladha tahun ini.
Empat ekor kambing dipotong dengan melibatkan 60 siswa ASTI pada, Sabtu (1/7/2023). Dua ekor kambing di antaranya merupakan sodaqoh kurban hasil patungan siswa.
CEO ASTI Kabupaten Kudus, Arif Budiyanto mengatakan, ASTI senantiasa melaksanakan pemotongan hewan kurban setiap tahunnya.
Kata dia, penyembelihan hewan kurban ini bagian dari pembelajaran bagi siswa ASTI. Mereka dilatih bagaimana cara mencacah daging kurban, masak dan makan bersama, tanpa membeda-bedakan agama satu sama lain.
Arif menyebut, penyembelihan hewan kurban juga sebagai ajang meningkatkan kekompakan tim. Sebagai wadah dalam mengakrabkan siswa supaya lebih kenal satu sama yang lainnya.
Kurban ini juga menjadi media belajar anak-anak. Tidak hanya belajar tentang sepakbola saja, anak-anak juga belajar soal budaya, tradisi, dan toleransi agama dalam sebuah kegiatan.
"Kami hanya menyiapkan dua ekor kambing, ternyata ada tambahan dua ekor dari hasil patungan anak-anak," terangnya.
Arif menyebut, siswa yang ikut andil dalam penyembelihan hewan kurban, berusia 12-16 tahun atau semua kelompok usia semua kalangan agama.
Dengan harapan, siswa bisa mengambil pembelajaran dari pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini.
"Daging kurbannya juga sebagian kami salurkan ke masyarakat melatih siswa berbagi kepada yang membutuhkan," ujarnya.
Siswa ASTI, Surang Gracia Paul mengaku baru dua kali ikut terlibat langsung penyembelihan hewan kurban.
Dia datang dari Kalimantan Timur bergabung dengan ASTI Kudus untuk menjadi atlet sepakbola profesional.
Surang mengaku terkesan bisa ikut andil dalam pemotongan hewan kurban.
Bagi dia, pengalaman tersebut bisa jadi pengalaman yang menarik di usianya yang baru menginjak 14 tahun.
"Saya belajar motong daging, ini pengalaman kedua saya. Sebelumnya belum pernah. Seru sih, bisa nyate bareng juga," ujar dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Asti-Kudus-berkurban.jpg)