Berita Nasional
Penguat Elektabilitas, Erick Thohir Cocok Dampingi Ganjar atau Prabowo
“Dalam persaingan yang sungguh ketat saat ini, angka 4 persen itu adalah sangat penting untuk memenangkan pilpres 2024,”
TRIBUNPANTURA.COM - Menteri BUMN Erick Thohir dinilai oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang cocok untuk mendampingi Calon Presiden (Capres) PDI Perjuangan Ganjar Pranowo ataupun dari Gerindra Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Hal ini lantaran menteri andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut mampu menjadi penguat elektabilitas keduanya.
“Dalam simulasi tiga nama, Erick Thohir memberikan daya ungkit. Besarnya sekitar 4 persen,” terang Direkur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi.
Terbukti, dalam simulasi berpasangan dengan Ganjar ataupun Prabowo, Erick Thohir mampu memberikan dampak elektoral. Ketum PSSI tersebut selalu menjadi pasangan terbaik bagi Ganjar maupun Prabowo di simulasi Pilpres 2024.
Dipaparkan oleh IPI, ketika Ganjar berpasangan dengan Erick Thohir, elektabilitas yang didapatkan dalam simulasi tiga pasangan menyentuh angka 37,6 persen. Sedangkan terjadi penurunan elektabilitas jika Gubernur Jawa Tengah tersebut berpasangan dengan kandidat lain.
Seperti halnya ketika Ganjar berpasangan dengan Menparekraf Sandiaga Uno, elektabilitasnya berada di angka 35,1 persen. Penurunan juga terjadi ketika Ganjar dipasangkan dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta KH Nasaruddin Umar, elektabilitasnya terekam menjadi 32,8 persen.
Begitu juga ketika Erick Thohir dipasangkan dengan Prabowo, elektabilitasnya berada di angka tertinggi yakni 37,0 persen. Sedangkan penurunan terjadi ketika Prabowo dipasangkan dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Skema pasangan Prabowo – Airlangga hanya memperoleh elektabilitas di angka 33,2 persen. Kemudian ketika bersama Muhaimin angka elektabilitas berada di angka 32,7 persen, begitu juga ketika bersama Gibran yang hanya memperoleh 32,6 persen suara.
Dengan perbandingan tersebut, Erick Thohir menjadi cawapres paling potensial untuk mendampingi para capres di Pilpres 2024 mendatang. Mengingat bersama Anggota Kehormatan Banser NU tersebut para capres memiliki elektabilitas tertinggi dalam simulasi survei.
Burhanuddin menjelaskan daya dongkrak elektabilitas yang dimiliki oleh Erick Thohir walaupun hanya di angka empat persen namun penting untuk memenangkan persaingan Pilpres 2024 yang ketat.
“Dalam persaingan yang sungguh ketat saat ini, angka 4 persen itu adalah sangat penting untuk memenangkan pilpres 2024,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Menteri-BUMN-Erick-Thohir-saat-bersama-Ganjar-Pranowo-Prabowo-Subianto-dan-Gibran-Rakabuming-Raka.jpg)