Jumat, 10 April 2026

Berita Cilacap

Cuaca Buruk, Kapal Nelayan dan 10 ABK Asal Cilacap Hilang di Samudera Hindia

Sebuah kapal nelayan asal Cilacap yang mengangkut 10 orang ABK dilaporkan hilang kontak di Samudera Hindia.

Istimewa
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap kapal Kiat Maju Jaya-7 yang hilang kontak di Samudera Hindia sejak Rabu (13/3) sore. 

TRIBUN-PANTURA.COM, CILACAP - Sebuah kapal nelayan asal Cilacap yang mengangkut 10 orang ABK dilaporkan hilang kontak di Samudera Hindia

Kapal yang hilang kontak tersebut diketahui bernama Kiat Maju Jaya-7.

Kepala Basarnas Cilacap Adah Sudarsa mengatakan, pihaknya pertama kali menerima informasi terkait adanya kapal nelayan yang hilang kontak dari pemilik perusahaan kapal.

"Kami menerima informasi dari pemilik perusahaan kapal pada Rabu sore sekira pukul 15.00 WIB bahwa kapal Kiat Maju Jaya-7 hilang kontak di Samudera Hindia," katanya, Sabtu (16/3/2024).

Dijelaskan Adah bahwa sebelum kapal Kiat Maju Jaya-7 hilang kontak, kapal tersebut sempat beriringan bersama 3 kapal lainnya untuk kembali ke Dermaga Cimiring, Cilacap dikarenakan cuaca buruk.

Namun ditengah perjalanan, keempat kapal menemui badai.

Hingga akhirnya tiga dari keempat kapal tersebut bersandar ke Dermaga Pacitan menunggu badai reda yakni kapal Makmur Jaya-20, kapal Makin Jaya-2 dan kapal Maju Jaya-28 Nahkoda.

Sementara kapal Kiat Maju Jaya-7 tidak ikut bersandar dan tidak bisa dihubungi.

"Satu kapal yakni Kiat Maju Jaya-7 yang dinahkodai oleh Waidin hingga saat ini tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya," jelas Adah.

Lebih lanjut Adah Sudarsa mengatakan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung memberangkatkan satu tim rescue untuk melaksanakan pencarian terhadap Kapal Kiat Maju Jaya-7 beserta 10 ABK yang diangkutnya.

Dalam pencarian itu, tim SAR gabungan dibagi menjadi 3 SRU.

SRU 1 melakukan penyisiran permukaan laut menggunakan RIB-06 bersama dengan TNI AL Cilacap sejauh 30 nautical mail (nm) dari Cimiring ke arah LKP.

SRU 2 melakukan penyisiran darat menggunakan rescue trail sejauh 10 kilometer dari pantai Jetis ke pantai Widarapayung dan penyisiran darat dengan berjalan kaki serta pemantauan menggunakan Drone UAV.

"Untuk SRU 3 kami melakukan penyisiran darat menggunakan rescue trail dari USS Congot sejauh 10 kilometer dari muara Bogowonto sampai ke pantai Jatimalang," ungkap Adah.

Adapun alat utama yang digunakan diantaranya 1 unit Rigid Inflatable Boat, 1 unit Rescue Car Type-2, 2 unit Rescue Trail, 1 set Rubber Boat, 4 set alat komunikasi dan 6 set life jacket. 

Rencananya hari ini tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian terhadap kapal tersebut. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved