Berita Tegal
Jadi Pj Wali Kota Tegal, Ini yang Jadi PR Dadang Somantri
Dadang Somantri resmi dilantik sebagai Pj Wali Kota Tegal. Ia memohon, dukungan dan doa restu dari seluruh masyarakat agar dapat membangun Kota Tegal.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, TEGAL - Dadang Somantri resmi dilantik sebagai Pj Wali Kota Tegal di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin (25/3/2024).
Pria kelahiran Bandung pada 1965 itu secara langsung dilantik oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana.
Beberapa jabatan pernah diembannya di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Antara lain Kepala Biro Organisasi, Kepala Biro Perekonomian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam.
Seusai pelantikan, Pj Wali Kota Tegal Dadang Somantri memohon, dukungan dan doa restu dari seluruh masyarakat agar dapat bersama-sama membangun Kota Tegal.
Ia menilai, secara statistik hampir semua sudah dalam kondisi sangat bagus di Kota Tegal.
Tetapi masih ada yang menjadi PR adalah inflasi sesuai amanat dari Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana.
"Angka kemiskinan ekstrim juga tinggal sedikit 0,22 persen. Ini yang akan sama-sama kita hadapi adalah masa lebaran, biasanya harga-harga saat itu pada umumnya naik," katanya.
Dadang juga mengimbau, masyarakat untuk tidak berbelanja berlebihan menjelang lebaran.
Karena sesuai hukum ekonomi keseimbangan, jika terjadi kebanyakan belanja dan tidak mengukur maka harga barang jatuhnya akan inflasi.
"Untuk secara umum masyarakat, mari bersama-sama membangun Kota Tegal. Keguyuban kita bangun, yang sudah terbangun dengan baik kita tingkatkan bersama."
"Saya Insyaallah akan sowan kepada bapak ibu sekalian meskipun caranya nanti berbeda," ungkapnya.
Dadang menilai, lima tahun Kota Tegal di era kepemimpinan Dedy Yon Supriyono sudah baik dalam membangun sinergi dan kolaborasi kebersamaan ASN.
Sebab, tujuh tahun lalu saat ia datang ke Kota Tegal, kondisinya kurang baik.
Karena itu ia berpesan, seluruh ASN untuk menjaga integritas dan tidak perlu neko-neko (berbuat yang aneh-aneh).
Ia sendiri akan berfokus untuk menjaga harmonisasi yang sudah terbangun.
"Sekarang sudah baik, kita perbaiki terus, pola komunikasi, tidak usah lagi berpikir macam-macam. Laksanakan saja pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Insyaallah Kota Tegal akan menjadi lebih baik," pesannya.
Ia juga menjamin pihaknya tidak memiliki kepentingan politik dan kepentingan pribadi. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.