Berita Nasional
Serikat Pekerja Sebut Influencer yang Promosikan RUU Cipta Kerja Tidak Punya Hati
Serikat pekerja menyebut para influencer dan artis yang ikut mempromosikan RUU Cipta Kerja tidak punya hati.
TRIBUN-PANTURA.COM, JAKARTA - Serikat pekerja menyebut para influencer dan artis yang ikut mempromosikan RUU Cipta Kerja tidak punya hati.
Hal itu disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal.
Ia mengecam tindakan influencer dan artis yang mempromosikan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.
Menurut Said, tindakan para pesohor tersebut mencerminkan jika mereka tidak memiliki empati atas perjuangan buruh dan elemen masyarakat yang sejak awal menolak RUU Cipta Kerja.
• Prakiraan Cuaca Hari Ini 16 Agustus 2020 di Wilayah Kendal, Hujan Lokal di Malam Hari
• Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Kendal Hari Ini, Minggu 16 Agustus 2020
• Prakiraan Cuaca Hari Ini 16 Agustus 2020 di Pekalongan, Langit Berawan
• Deklarasikan Sebagai Relawan Uji Klinis, Namun Ridwan Kamil Belum Disuntik Vaksin Covid-19
"Para pesohor itu seperti tidak memiliki hati. Mereka justru menerima bayaran untuk mengampanyekan RUU Cipta Kerja tanpa memahami isinya yang merugikan rakyat Indonesia ," tegas Said dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2020).
Said meminta para publik figur itu jangan kehilangan empati terhadap perjuangan buruh lantaran sudah hidup berkecukupan.
Said pun mendesak supaya influencer dan artis segera meminta maaf kepada publik atas tindakannya mengkampanyekan RUU Cipta Kerja.
Selain itu, pihaknya juga mengecam tindakan oknum yang memanfaatkan para influencer dan artis untuk membohongi rakyat tentang RUU Cipta kerja.
“Padahal pemerintah dan DPR sudah mengetahui jika penolakan terhadap omnibus law semakin meluas dan masif untuk menolak RUU Cipta Kerja," kata dia.
"KSPI meminta pemerintah tidak menggunakan cara-cara yang tidak beretika dan tidak memiliki sense of crisis," tegas Said.
Sebelumnya, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Ahmad Taufan Damanik juga mengecam tindakan sejumlah influencer dan artis yang mempromosikan RUU Cipta Kerja.
Menurut Taufan, influencer dan artis seharusnya tak menjadi corong kekuasaan secara sepihak dan bisa menyampaikan kepentingan masyarakat.
"Jadi dia tidak sepihak saja menjadi corong dari kekuasaan. Figur publik kan harusnya menjadi corong dari seluruh kepentingan masyarakat," ujar Taufan dalam konferensi pers virtual, Kamis (13/8/2020).
Taufan menuturkan, figur publik sebaiknya mengacu pada kepentingan bersama dalam mempromosikan atau mengkampanyekan RUU Cipta Kerja.
Misalnya, mempromosikan untuk kemajuan HAM, pelestarian lingkungan hidup, hingga keadilan dalam distribusi sumber daya alam pertanahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/serikat-pekerja-sebut-influencer-yang-promosikan-ruu-cipta-kerja-tidak-punya-hati.jpg)