Minggu, 12 April 2026

Berita Tegal

Permintaan LPG di Tegal Raya Meningkat, Stok Masih Aman

Selama masa pandemi Covid-19, terutama pasca libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H kemarin, PT Pertamina (Persero)

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Sales Branch Manager LPG Wilayah 1 Pertamina Tegal, Vano Daniel Wibawanto (kemeja hitam motif bunga), saat melakukan pengecekan di kantor LPG SPBU Muri, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, dan salah satu pangkalan resmi di daerah Mejasem Kabupaten Tegal, Rabu (26/8/2020). 

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Selama masa pandemi Covid-19, terutama pasca libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H kemarin, PT Pertamina (Persero) Wilayah Marketing Operation Region IV Jateng mencatat ada kenaikan konsumsi Elpiji di wilayah Tegal Raya (Kota Tegal, Kabupaten Tegal) dan Brebes, sebanyak 8 sampai 10 persen.

Adapun kenaikannya sendiri dari yang normalnya 180 MT (Metric Ton) per hari, naik menjadi 195 MT. Jadi ada peningkatan 15 MT per hari atau sekitar 8 persen.

Hal tersebut, disampaikan oleh Sales Branch Manager LPG Wilayah 1 Pertamina Tegal, Vano Daniel Wibawanto, saat melakukan pengecekan di kantor LPG SPBU Muri, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Rabu (26/8/2020).

Tiga Pemain PSIS Semarang Ikuti TC Timnas ke Kroasia

Tak Patuh Protokol Pencegahan Covid-19 Warga Kabupaten Semarang Bisa Kena Denda Rp 150 Ribu

Zona Merah Corona di Batang Bertambah, Pembelajaran Tatap Muka Batal

24 Orang Pasien Covid-19 di Kabupaten Pemalang Sembuh

"Khusus untuk di Kabupaten Tegal sendiri ada peningkatan konsumsi elpiji 3 Kg, dari rata-rata normal sebelum ada Covid-19 (Januari-Februari) sekitar 152 MT, saat ini naik menjadi 164 MT. Maka kami melakukan pengecekan langsung ke beberapa pangkalan di wilayah Kota maupun Kabupaten Tegal. Saya simpulkan stok gas aman, tapi memang ada peningkatan konsumsi," jelas Vano, pada Tribunjateng.com, Rabu (26/8/2020).

Namun perlu digaris bawahi, lanjut Vano, stok atau supplai gas elpiji aman di level Pangkalan resmi.

Kalau untuk pengecer tidak diketahui, karena diluar kendali Pertamina termasuk masalah harga.

Sehingga, Vano mengimbau kepada masyarakat supaya membeli gas elpiji di Pangkalan resmi Pertamina saja.

"Sekali lagi saya sarankan supaya masyarakat membeli gas elpiji di Pangkalan resmi Pertamina. Karena kalau beli di pengecer, harganya pasti tidak sesuai dengan Het yang sudah ditentukan yaitu Rp 15.500 per tabung gas 3 Kg," terangnya.

Dikatakan untuk penyaluran gas elpiji di Kabupaten Tegal rata-rata per hari sekitar 150 MT. Sedangkan Brebes sendiri rata-rata 159 MT, dan Kota Tegal sebanyak 32 MT per hari.

Sehingga, Vano menegaskan, dibenarkan misal mengalami peningkatan konsumsi gas elpiji.

Maka untuk mengatasi atau mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas, pihaknya melakukan koordinasi dengan Pemda untuk penambahan stok, dan memantau secara rutin supaya konsumsi gas elpiji 3 Kg ini tepat sasaran.

"Sesuai aturan pemerintah, gas elpiji 3 kg (subsidi) dikhususkan bagi warga tidak mampu. Maka kami berharap masyarakat yang sekiranya sudah mampu atau memiliki bisnis yang kelasnya menengah atas, untuk tidak menggunakan elpiji bersubsidi. Supaya penggunaannya tepat sasaran, sehingga dianjurkan beralih ke gas non subsidi," tegasnya.

Vano berharap masyarakat atau konsumen juga dapat mengawasi distribusi LPG 3 kg, dan melaporkan ke kontak Pertamina 135 jika terjadi kendala pasokan atau memberikan informasi lainnya.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas DPC Pekalongan, Fajar Mahardika menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menerima adanya keluhan dari masyarakat mengenai kelangkaan gas elpiji.

Tim Rescue Damkar Kota Semarang Selamatkan Kucing Tercebur Sumur di Pagi Buta

Lapas Kedungpane Semarang Lepas 23 Narapidana Jalani Asimilasi di Rumah

Daftar 10 Ponsel Dengan Fitur Fast Charging Kisaran 30 Watt

Kalaupun ada keterlambatan pengiriman, menurut Fajar hanya dari pihak SPBE ke agen dan dari agen ke pangkalan yang terlambat.

Namun untuk pangkalan setiap harinya mendapatkan alokasi yang pasti. Tidak ada pengurangan, yang ada malah penambahan ketika semisal ada event khusus.

"Saya tegaskan, masyarakat diimbau untuk membeli gas elpiji di pangkalan resmi Pertamina supaya mendapat harga yang sesuai dengan Het yaitu Rp 15.500, sesuai SK Gubernur Jateng," imbuh Fajar. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved