Senin, 20 April 2026

Berita Batang

Zona Merah Corona di Batang Bertambah, Pembelajaran Tatap Muka Batal

Sembilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Batang memilih untuk menunda pembelajaran tatap muka.

Penulis: dina indriani | Editor: Rival Almanaf
Tribun-Pantura.com/ Dina Indriani
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Batang, Sabar Mulyono saat ditemui, Rabu (26/8/2020). 

TRIBUN-PANTURA.COM,BATANG - Sembilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Batang memilih untuk menunda pembelajaran tatap muka.

Hal ini dilakukan sesuai keputusan sekolah, orang tua dan murid, sesuai dengan arahan Disdikbud Batang.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Batang, Sabar Mulyono mengatakan di Kecamatan Batang seluruh SMP negeri menunda pembelajaran tatap muka.

24 Orang Pasien Covid-19 di Kabupaten Pemalang Sembuh

Pemeran Bu Tejo Ingin Main di Film Joko Anwar, Respon Sang Sutradara Mengejutkan

Tim Rescue Damkar Kota Semarang Selamatkan Kucing Tercebur Sumur di Pagi Buta

Sedangkan di beberapa kecamatan lain masih ada beberapa yang melaksanakan tatap muka.

Hanya saja rasio yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh meningkat, karena adanya perubahan zonasi yang kebanyakan statusnya merupakan zona merah.

"Memang di awal tahun ajaran baru ada beberapa sekolah yang melaksanakan pembelajaran kombinasi karena statusnya masih dalam zona hijau.

Namun karena alih zona akhirnya mereka memilih metode daring, di Kecamatan Batang sudah ada sembilan sekolah, tetapi memang ada beberapa sekolah yang dari awal zona merah sudah memutuskan untuk menunda tatap muka," jelas Sabar saat ditemui di kantornya, Rabu (26/8/2020).

Disdikbud sendiri memang melarang sekolah di zona merah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Pihaknya hanya memperbolehkan sekolah untuk menggelar tatap muka jika berada di zona hijau ataupun kuning.

"Meski begitu kami tekankan untuk sekolan menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah klaster penularan baru," imbuhnya

Sementara, Kepala SMPN 9 Batang, Casyanto mengatakan awal tahun ajaran baru pihaknya sudah sempat melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kapten Manchester United Harry Maguire Divonis Penjara 21 Bulan Karena Berkelahi dan Suap Petugas

Pedagang Ngaku Lumuri Wajah dengan Liur Jenazah Covid-19, Orang Terdekatnya Positif Corona

PNS Akan Mendapat Tunjangan Pulsa dari Pemerintah untuk Mendukung Penerapan WFH

Namun pembelajaran tatap muka yang dikombinasikan dengan pembelajaran daring ini tidak bertahan lama.

Hal ini lantaran alih status dari beberapa desa asal siswanya.

Dimana kebanyakan siswa di SMPnya berada di zona merah.

"Jadi kemarin itu sekolah sebenarnya di daerah zona hijau atau kuning tetapi kebanyakan murid kami berasal dari zona merah sehingga kami putuskan untuk menunda tatap muka untuk menghindari penularan Covid-19," pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved