Berita Kriminal

Pecatan Polisi Jadi Kurir Narkoba, Edarkan 2 Kg Ekstasi dari Belanda yang Dipesan Napi di Penjara

Pecatan Polisi Jadi Kurir Narkoba, Edarkan 2 Kg Ekstasi dari Belanda yang Dipesan Napi di Penjara

Pecatan Polisi Jadi Kurir Narkoba, Edarkan 2 Kg Ekstasi dari Belanda yang Dipesan Napi di Penjara
TRIBUNNEWS.com/HERUDIN
Ilustrasi narkoba jenis pil ekstasi - Eks polisi menjadi kurir dalam jaringan narkoba yang dikendalikan napi dari dalam penjara. Jaringan ini baru saja memesan 2 Kg ekstasi dari Belanda.

TRIBUNPANTURA.COM - Seorang pecata polisi diduga menjadi kuri jaringan narkoba yang dikendalikan oleh sekelompok napi dari dalam penjara.

Jaringan ini bahkan memesan narkoba jeni pil ekstasi seberat 2 Kg dari Belanda.

Tiga narapidana di Sulawesi Selatan serta seorang eks anggota Polri dibekuk Bareskrim Polri yang di-back up Ditres Narkoba Polda usai terlibat dalam sindikat jaringan narkoba internasional.

Tiga narapidana yang ditangkap tersebut ialah SN alias Doyok yang merupakan napi kasus narkoba di Rutan Makassar.

Tim Gabungan Mendadak Geledah Sel Napi di Lapas Rowobelang Batang, Ada Apa?

Kehabisan Modal, Sejumlah Pelaku UMKM di Kabupaten Tegal Tak Mampu Penuhi Pesanan, Ini Kata Pemkab

Kisah Andi, Mahasiswa yang Beli Sepeda Motor dengan Sekarung Uang Koin: Tak Ingin Bebani Orangtua

Menteri Nadiem Anggarkan Rp7,2 Triliun untuk Sediakan Kuota Internet Siswa dan Guru selama 4 Bulan

Sementara dua napi lainnya HR alias Ardi dan H alias Hengky merupakan napi di Lapas Narotika Sungguminasa, Gowa.

Ketiganya diduga sebagai otak yang memesan narkotika jenis ekstasi yang dikirim dari Belanda.

Sebanyak 4.945 butir dengan berat 2.074 gram atau lebih dari 2 kilogram (Kg) ekstasi disita polisi.

Sementara itu satu tersangka lainnya yang terlibat ialah HT alias A yang merupakan mantan anggota Polri yang bertugas di Polda Sulsel.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan mengatakan, HT dipecat dari kepolisian pada tahun 2016 usai melakukan pelanggaran berat.

HT sendiri lebih dulu ditangkap pada tanggal 10 Agustus 2020.

"Kalau dia (HT) memang dari (Direktorat) Narkoba Polda Sulsel, sudah lama dipecat."

"Sementara dugaannya sebagai kurir (dalam kasus ini), masih dikembangkan lagi nanti," ujar Hermawan melalui sambungan telepon, Kamis (27/8/2020) malam.

Hermawan mengatakan ekstasi tersebut diduga dipesan langsung oleh H dari Belanda dengan modus pengiriman gaun pengantin.

Kemudian HR alias Ardi yang membayar tax impor barang itu.

Sementara Doyok yang menyuruh HT untuk mengambil barang itu di jasa pengiriman.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved