Berita Batang

Kawasan Industri Terpadu Batang Butuh Banyak Tenaga Kerja, Pemkab Data Ulang Para Pencari Kerja

Adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang digadang-gadang akan menyerap ribuan tenaga kerja.

Penulis: dina indriani | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kabupaten Batang Sri Purwaningsih saat memberikan pemaparan tentang kawasan industri terpadu (KIT) kepada calon investor dari Negara Korea Selatan. 

TRIBUN-PANTURA.COM,BATANG - Adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang digadang-gadang akan menyerap ribuan tenaga kerja.

Bupati Batang Wihaji telah menyiapkan poin terpenting kepada Pemerintah Pusat bahwa di KIT Batang harus melibatkan tenaga kerja warga Batang.

Untuk itu, Pemkab Batang menargetkan mampu menyajikan data base pencari kerja asal daerah setempat pada akhir tahun 2020 untuk memenuhi kebutuhan ribuan tenaga kerja di KIT Batang.

Petahana Hendi-Ita Akan Laksanakan Salat Jumat di Masjid Baiturrahman Sebelum Daftar ke KPU

Diusir Dari Kos, Pasutri Bersama Bayi Berusia 1 Bulan Tinggal di Gerobak

Bayar Buzzer 6 Kali Lipat Lebih Mahal untuk Serang Messi, Presiden Barcelona Diperiksa Polisi

Hewan Terancam Punah Lutung Jawa Ditemukan Lemas di Kebun Milik Warga Pekalongan

"Saat ini masih tahap persiapan yang bekerjasama dengan Undip untuk membuat aplikasi lowongan kerja," tutur Bupati Wihaji, Kamis (3/9/2020).

Wihaji menjelaskan dalam aplikasi tersebut nantinya terlihat spesifikasi keahlian pencari kerja, dan berapa tenaga kerja yang hanya lulusan SMA atau tidak punya keahlian.

"Dengan sistem aplikasi ini akan terlihat kebutuhan perusahaan dan gajinya pun akan terlihat, karena semua perusahaan yang buka di Batang harus melaporkan ke Pemkab Batang berapa kebutuhan tenaga kerjanya," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Batang, Suprapto mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan data para pencari kerja asal Batang.

Untuk mendapatkan data para pencari kerja asal Batang, Disnakertrans memanfaatkan sumber data yang ada, yakni data dari AK1 (Kartu Pencari Kerja), dari 19 SMK di Kabupaten Batang, dan publikasi online.

“Untuk AK1, kita sudah dapat angka 1.257 orang, yang terkumpul sejak bulan Januari hingga Juli 2020."

"Sedangkan untuk data dari desa, yang sudah disebar formulirnya dua bulan lalu, baru terkumpul 85 persen saja atau sekitar 6.656 orang karena masih ada kecamatan yang belum mengumpulkannya,” jelasnya.

Semua data yang diperoleh dari empat sumber itu akan diolah terlebih dahulu, agar tidak terjadi double data.

Dalam pengolahan data itu, pihaknya akan melibatkan Diskominfo, BPS Batang, Bapelitbang, DPMPTSP, BPKPAD, dan Disnakertrans.

Pendaftaran Calon Kepala Daerah Hari Ini Dibuka, Rombongan yang Hadir Dibatasi

Diguyur Hujan Malam Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Kabupaten Batang Jumat 4 September 2020

Prakiraan Cuaca di Tegal Jumat 4 September, Hujan Terjadi di Bumijawa, Margasari, dan Lokasi Lain

Jadwal Pelayanan Samsat Keliling Kabupaten Batang, Jumat 4 September 2020

"Hasil olahan data inilah baru menjadi data base pencari kerja, artinya dari situ bisa diketahui potensi yang dimiliki setiap pencari kerja, baik dilihat dari tingkat pendidikan formal maupun nonformal juga keterampilan dan pengalaman kerja yang sudah dimiliki oleh pencari kerja,” terangnya.

Disnakertrans juga akan membuat aplikasi untuk dijadikan sebagai wadah bagi data base pencari kerja.

“Aplikasi pencari kerja ini untuk menjembatani antara perusahaan dan pencari kerja, akhir tahun nanti, data base kita targetkan sudah selesai,” pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved