Berita Kriminal

Oknum Polantas Cabul Terancam Dipecat dan Penjara 15 Tahun, Setubuhi ABG Pelanggar Lalu Lintas

Oknum Polantas Cabul Terancam Dipecat dan Penjara 15 Tahun, Setubuhi ABG Pelanggar Lalu Lintas

Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi oknum anggota polisi - Seorang oknum polisi lalu lintas (Polantas) di Pontianak, yang mencabuli gadis ABG 15 tahun pelanggar lalu lintas terancam dipecat. 

TRIBUNPANTURA.COM - Seorang oknum polisi lalu lintas (polantas) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), disangka mencabuli gadis anak baru gede (ABG), yang kedapatan melanggar lalu lintas.

Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum polisi lalu lintas Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, berinisial DY itu kini memasuki babak baru.

Pelaku kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Pegawai Bank BUMN Ini Korupsi Uang Nasabah Rp2,1 Miliar, Habis untuk Judi Bola Online

Inter Milan Siapkan Dua Nomor Punggung untuk Vidal, Lionel Messi Ucapkan Selamat Tinggal

12 Anggota Polisi Jajaran Polres Pekalongan Positif Covid-19, Empat di Antaranya Perwira

Teriak Besok Kiamat, Pria Ini Terobos Pintu Gerbang Mapolres dan Mau Rampas Senjata Petugas

Penetapan tersangka itu setelah hasil visum dari korban keluar dan terbukti telah terjadi persetubuhan.

"Berdasarkan hasil visum ditemukan bukti telah terjadi persetubuhan, dan statusnya ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Kombes Komarudin kepada wartawan, Senin (21/9/2020).

Akibat perbuatannya itu, pelaku DY dijerat dengan Undang-undang tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Terancam dipecat

Tidak hanya itu, karena pelaku merupakan anggota kepolisian, maka yang bersangkutan juga akan dilakukan proses peradilan kode etik profesi.

Adapun ancaman hukuman terberatnya bisa dipecat secara tidak hormat.

"Ancaman hukumannya terberat dapat diberhentikan dengan tidak hormat dari institusi kepolisian," kata Komarudin.

Terkait dengan kasus pencabulan yang melibatkan anggotanya itu, pihaknya berjanji akan mengusutnya secara tuntas.

Sebab, anggota Polri memiliki tugas untuk melindungi serta mengayomi masyarakat dan bukan berlaku sebaliknya.

"Kasus ini harus jadi pembelajaran semua pihak, hal ini bisa terjadi kepada siapa saja," ujar Komarudin.

Kronologi kejadian

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved