Pilkada Pekalongan
Polres Pekalongan Razia Penyebar Hoaks Pilkada Melalui Patroli Siber
Maraknya penggunaan media sosial yang dilakukan untuk berkampanye di masa pandemi Covid-19, Polres Pekalongan gencarkan patroli cyber.
TRIBUN-PANTURA.COM, KAJEN - Maraknya penggunaan media sosial yang dilakukan untuk berkampanye di masa pandemi Covid-19, Polres Pekalongan gencarkan patroli cyber.
Hal ini untuk mengantisipasi hoak, sara, dan provokasi.
Waka Polres Pekalongan Kompol Andis saat dihubungi Tribun-Pantura.com mengatakan, polres sudah membentuk tim cyber patrol untuk mengantisipasi tersebarnya berita hoax mengenai pilkada di Kabupaten Pekalongan.
Baca juga: Jelang Musim Hujan, Sejumlah Pohon di Jalanan di Kota Tegal Dipangkas
Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Rabu 14 Oktober 2020 Ada di Empat Lokasi
Baca juga: Pamit Memancing Ikan, Seorang Nelayan di Kebumen Hilang Tak Kunjung Pulang
Baca juga: Jumadi Klaim Angka Kesembuhan Covid-19 Kota Tegal Bagus, dalam 10 Hari 41 Orang Sembuh
"Satuan yang masuk di tim cyber yaitu Reskrim, Intelkam, Humas Polres, dan Humas di setiap Polsek."
"Satuan ini akan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta melindungi dan mengayomi masyarakat dengan cara preemptive dan preventif," kata Kompol Andis, Selasa (13/10/2020).
Kompol Andis mengungkapkan, masa kampanye sekarang tidak lagi identik dengan pengumpulan masa, tetapi identik dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Jangan sampai pilkada Kabupaten Pekalongan 2020 ini menjadi klaster yang baru," ungkapnya.
Selain itu, setiap malam polres melakukan sosialisasi bersama gugus tugas satpol dan Kodim.
Baca juga: Diharuskan Tutup Karena Tidak Memiliki Izin, 14 Minimarket di Kota Tegal Colong-colongan Buka
Baca juga: Komplotan Pencuri Gabah dan Beras Tertangkap, Mengaku Sudah Empat Kali Beraksinya di Kabupaten Tegal
Baca juga: Sekolah Virtual untuk Anak Putus Sekolah Diuji Coba di Brebes dan Boyolali, Seperti Apa?
Baca juga: Pemerintah Janjikan Vaksi Covid-19 Sudah Tersedia di Bulan November
"Kita sudah menandatangai pakta integritas dan deklarasi damai serta mentaati protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di masa kampanye agar ditaati protokol kesehatan," imbuhnya.
Kompol Andis mengaku potensi kerumunan masa masih ada, jangan sampai kampanye saat ini ada pengumpulan masa.
"Lakukan kampanye sesuai aturan, ada pembatasan jumlah peserta," tandasnya.
Waka Polres juga menegaskan TNI dan Polri netralitas harga mati, tidak akan berpihak kepada salah satu paslon. (Dro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/ilustrasi-pilkada-serentak-2020-_12.jpg)