Berita Batang
Eksotisme Atap Tertinggi Kabupaten Batang
Eloknya bentang alam di Kabupaten Batang dieluh-elukan para wisatawan yang pernah berkunjung.
Penulis: budi susanto | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Eloknya bentang alam di Kabupaten Batang dieluh-elukan para wisatawan yang pernah berkunjung.
Tak hanya wilayah pesisir, bahkan Kabupaten Batang juga terkenal dengan dataran tingginya.
Pasalnya wilayah Kabupaten Batang juga masuk di pusaran sabuk pegunungan Dieng.
Kondisi geografis tersebut membuat Kabupaten Batang punya banyak bentang alam memukau nan indah dipandang.
Seperti di wilayah Kecamatan Bawang, yang tepat berada di sabuk pegunungan Dieng. Dan terhubung langsung ke Banjarnegara via Tol Di Atas awan di Desa Pranten.
Baca juga: Pemerintah Kota Tegal Berencana Naikkan UMK Sekira 3 Persen
Baca juga: Truk Box Terperosok ke Kebun Warga Tawangmangu, Nadia Kaget Terdengar Suara Keras dan Kilatan Cahaya
Baca juga: Bupati Tegal Minta Besaran Kenaikan Cukai Rokok Dikaji Ulang
Baca juga: Jubir Satgas Covid-19 Tegal Tegaskan Masyarakat Harus Terapkan 3M Meski Vaksin Sudah Ada
Jalur tembus tersebut memiliki ketinggian sekitar 1.700 Mdpl, dengan suhu mencapai 17-24 derajat selsius.
Jika berkunjung ke sana wisatawan akan disuguhkan pemandangan bak negeri dongeng, karena Gunung Perahu dan Bukit Sipandu yang ada di wilayah Kabupaten Batang menghimpit jalur tersebut.
Berbagai obyek wisata yang masih terjaga kealamiannya juga ada di sekitar Tol Di Atas Awan juga siap dikunjungi para pelancong.
Tak hanya itu, atap Kabupaten Batang itu juga syarat akan budaya, karena setiap tahun pada bulan September diadakan acara seribu obor.
Keberadaan anak-anak berambut gimbal yang menurut pakar sejarah, upacara pemotongan rambut gimbal di Dieng berasal dari Batang, menambah daya tarik di dataran tinggi wilayah Kabupaten Batang itu.
Hijaunya perbukitan, serta kabut yang acap kali menyelimuti dataran tinggi Kabupaten Batang akan menambah eksotisme wilayah tersebut saat dikunjungi.
Tercatat beberapa obyek wisata alam ada di dataran tinggi Kabupaten Batang, seperti danau dan pemandian air panas yang ada di dekat SMPN 4 Bawang.
Selain itu, ada Bukit Sipandu yang menjadi spot terbaik menikmati sunrise serta sunset.
Jika ingin berkunjung ke atap Kabupaten Batang, dati akses Tol Trans Jawa atau Jalan Pantura Batang, wisata dari Jawa Barat, atau Jawa Timur bisa mengambil arah ke Kecamatan Bawang.
Waktu yang dibutuhkan pun tak lebih dari 1 jam untuk sampai kesana, setelah sampai di alun-alun Kecamatan Bawang, wisatawan bisa menuju ke Desa Deles dan menyusuri Tol Di Atas Awan.
Tak perlu khawatir terkait tiket masuk, karena pengunjung hanya membayar parkir jika ingin menikmati indahnya pemandangan.
Fasilitas seperti kamar kecil dan warung juga sudah disediakan oleh warga sekitar Tol Di Atas Awan.
Eksotisme atap tertinggi Kabupaten Batang akan semakin terasa jika pengunjung mendaki Bukit Sipandu.
Dari puncak Bukit Sipandu yang memiliki ketinggian 2.241 Mdpl, indahnya bentang alam, ranumnya matahari terbit dan tenggelam dapat dipandang langsung oleh pengunjung.
Keindahan dan eksotisme atap tertinggi Kabupaten Batang itu, bahkan menjadi magnet berbagai wisatawan di Indonesia dan mancanegara.
Permata Sari, wisatawan asal Bekasi, satu di antaranya, eksotisme atap tertinggi Kabupaten Batang membuatnya berkunjung ke dataran tinggi yang terletak di Desa Pranten, Kecamatan Bawang itu.
Sari sangat terpukau saat berkunjung dan menikmat beberapa obyek wisata yang ada di sekitar wilayah Batang yang ada di sabuk pegunungan Dieng tersebut.
"Akses jalannya sudah bagus, pemandangan juga sangat indah, seperti di negeri dongeng, saya terpukau pokoknya," jelasnya saat ditemui, Kamis (3/10) lalu.
Ia menjelaskan, beberapa obyek wisata di dataran tinggi Kabupaten Batang juga sempat ia singgahi.
"Bagus banget wisata alam di Kabupaten Batang, menurut saya tak kalah dengan dataran tinggi lainya, karena di sini alamnya masih terjaga secara baik," paparnya.
Terpisah Supriyono, satu di antara penjaga obyek wisata gardu pandang di wilayah Desa Pranten, menjelaskan, wisata di lereng pegunungan Dieng yang ada di Kabupaten Batang selalu dipadati pengunjung.
"Tak hanya wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, beberapa kali wisatawan mancanegara juga singgah ke wilayah atas Kabupaten Batang. Ada yang dari India, Jepan, Belanda dan beberapa negara lainya datang ke sini," katanya.
- Dongkrak Kunjungan Wisata Lewat Penataan Obyek Wisata
Melihat potensi wisata di atap tertinggi Kabupaten Batang tepatnya di jalur Batang menuju Banjarnegara via Desa Pranten Kecamatan Bawang. Pemkab Batang akan melakukan penataan secara serius di obyek pariwisata yang ada di wilayah tersebut.
Adapun di wilayah itu terdapat obyek wisata danau dan pemandian air panas yang masih alami.
Penataan secara serius dilakukan guna mendongkrak kunjungan wisata di Kabupaten Batang.
Kepala Disparpora Kabupaten Batang, Wahyu Budisantoso, menjelaskan penataan akan dilakukan secara bertahap.
"Penataan tersebut juga untuk menyambut perkembangan investasi di Kabupaten Batang, yang tentunya akan berkorelasi dengan dunia pariwista," paparnya, Rabu (4/11).
Dilanjutkannya, potensi pariwista di Kabupaten Batang menjadi magnet bagi masyarakat dari beberapa wilayah.
"Warga Jawa Barat, dan beberapa wilayah di Jateng memilih tamasya ke Batang. Apalagi dengan dibukanya akses menuju Dieng via Tol di Atas Awan," jelasnya.
Hal itu dijelaskan Wahyu, menjadi potensi yang wajib dikembangkan oleh Pemkab Batang.
"Pemkab mulai serius menata pengelola pariwista, misalnya di wilayah Desa Pranten Kecamatan Bawang, potensi wisata di sana seperti danau dan pemandian air panas akan mulai dikembangkan," katanya.
Pemda Batang, juga akan mengkorelasikan beberapa obyek wisata yang ada di jalur Batang menuju Banjarnegara itu, tak terkecuali wisata yang ada di Desa Pranten.
Nantinya jaringan listrik dan akses menuju danau, serta pemandian air panas yang berdekatan dengan SMPN 4 Bawang, akan ikut diperbaiki.
Menurut Bupati Batang Wihaji, penataan yang dilakukan menjadi bagian dari perencanaan obyek wisata berkesinambungan.
"Hal itu menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang, di mana objek wisata di jalur Kecamatan Bawang menuju Desa Pranten akan terhubung dan tertata," jelasnya.
Untuk semakin mengembangkan dunia pariwisata, Bupati Wihaji, meminta agar ada pelengkap dari industri kreatif yang bisa dijajakan di obyek wisata tersebut.
Baca juga: Belum Ditemukan Klaster Objek Wisata di Kabupaten Pekalongan Pasca Libur Panjang
Baca juga: Pemerintah Kota Tegal Beri Bantuan Pangan Untuk 53 Anak Penyandang Disabilitas Ganda
Baca juga: Pecatan Brimob Rebut Pistol dan Tembak Anggota Polisi di Medan,
Baca juga: Penembak Kepala Ibu Rumah Tangga di Palembang Diringkus Setelah 8 Tahun Kabur
"Yang kurang adalah produk dari industri kreatif, untuk itu kami akan coba mendorong pelaku industri kreatif untuk memasarkan karya mereka di lokasi pariwisata," tambahnya.
Adapun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batang beberapa infrastruktur akan dibangun menuju sejumlah obyek wisata di lereng pegunungan Dieng.
Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, tahun lalu anggran untuk pembangunan akses pada jalur tersebut sudah disiapkan mencapai Rp 2,6 miliar.
Selain untuk akses pendidikan, pembangunan akan dilakukan untuk akses menuju obyek wisata, yaitu wisata air panas dan danau yang lokasinya berdekatan dengan SMPN 4 Bawang. (bud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/pemandangan-bentang-alam-di-jalur-batang-menuju-banjarnegara.jpg)