Kamis, 4 Juni 2026

Berita Jateng

Ganjar Ingatkan Penambang Pasir Liar di Lereng Gunung Merapi Klaten

Titik- titik bekas galian pasir di Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten banyak dijumpai.

Tayang:
Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Gubernur Ganjar menanam pohon di lokasi bekas penambangan pasir di Kemalang, Klaten. 

TRIBUN-PANTURA.COM,SEMARANG - Titik- titik bekas galian pasir di Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten banyak dijumpai.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam siaran tertulis mengingatkan masyarakat di lereng Gunung Merapi tersebut untuk tidak melakukan penambangan liar.

Warga juga diminta melakukan reboisasi di bekas lokasi penambangan pasir demi menjaga lingkungan.

Baca juga: Update Covid-19 Temanggung: 5 Orang Meninggal Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 dalam 2 Pekan

Baca juga: Ganjar Wajibkan Investor Besar di Jateng Gandeng UMKM

Baca juga: Manfaatkan Potensi Sayur di Wisata Guci, Sun Q Ta Hotel and Resort Hadirkan Menu Go Qill Steamboat

Dengan penanaman di lokasi bekas tambang tersebut, lahan kritis bisa kembali hijau. Selain itu, penanaman pohon juga bisa menjamin ketersediaan air bagi warga.

"Kalau ditanami kan mata airnya jadi banyak, nanti rimbun dan tanamannya bisa dimanfaatkan rakyat. Maka saya dorong di daerah-daerah lahan kritis seperti ini, digalakkan penanaman pohon selama musim penghujan," kata Ganjar saat mengikuti acara tanam pohon bersama di Kemalang Klaten, Rabu (11/11/2020).

Selain itu, ia juga mengingatkan warga agar melakukan penambangan dengan cara yang benar.

"Saya minta para penambang jangan liar ya, jangan merusak jalan. Ojo ngrusak sumber air, nanti rejekinya ndak barokah karena didoakan orang banyak. Hasile dimakan ya tidak enak. Iki tak elingke ya (ini saya ingatkan ya)" tegasnya.

Daerah tersebut selama ini menjadi sentra penghasil pasir yang dikenal dengan kualitas bagus.

Banyak masyarakat yang mengandalkan hidup dengan cara menambang dan menjual pasir.

Sehingga, di beberapa titik banyak ditemukan lokasi penambangan warga. Bukit-bukit dikepras dan dikeruk untuk diambil pasirnya, sehingga mengakibatkan kubangan cukup dalam.

Lokasi penggalian pasir yang tadinya daerah hijau pun kini menjadi gersang.

"Di Klaten ini ada wilayah-wilayah yang banyak padas dan ditambang, sehingga jadi lahan kritis. Maka saat ini, mumpung musim penghujan saya minta ditanami kembali," imbuhnya.

Baca juga: Seorang Tukang Gorengan di Pasar Laweyan Solo Jadi Tersangka Penggelapan Uang Simpanan Masyarakat

Baca juga: PSG-Juventus Bisa Lakukan Pertukaran Neymar dan Ronaldo pada Akhir Musim, Situasi Kontrak Mirip

Baca juga: Rumah Runtuh Akibat Bencana Tanah Ambles di Purbalingga, Pemilik yang Juga Lansia Diungsikan

Seorang warga, Prapto (60), mengatakan, di desanya ada kelompok- kelompok tani yang memanfaatkan lahan bekas galian pasir untuk ditanami.

Ia berharap, dengan penanaman pohon itu, masyarakat tidak akan kesulitan sumber air saat kemarau.

"Dulu di sini padas, kemudian diambil pasirnya. Bekasnya ini kami tanami untuk kemudian nanti hasilnya bisa dipanen. Kalau rimbun kan sumber air terjaga," ujarnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved