Kamis, 4 Juni 2026

Berita Jateng

Ganjar Wajibkan Investor Besar di Jateng Gandeng UMKM

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seharusnya bisa naik kelas. Tidak hanya leading di pasar lokal namun diharapkan merambah ke ekspor.

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Gubernur Ganjar saat rapat penanganan covid.ist 

TRIBUN-PANTURA.COM,SEMARANG- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seharusnya bisa naik kelas. Tidak hanya leading di pasar lokal namun diharapkan merambah ke ekspor.

Namun lagi- lagi modal yang kecil menghambat ekspansi bisnis mereka. Karena itu, diharapkan investor besar bisa bermitra dengan UMKM.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menuturkan saat ini investasi tidak hanya di sektor industri besar. Namun juga bisa merambah ke pariwisata dan UMKM. Dua sektor ini jangan dianggap sebelah mata.

Baca juga: Manfaatkan Potensi Sayur di Wisata Guci, Sun Q Ta Hotel and Resort Hadirkan Menu Go Qill Steamboat

Baca juga: Masuk Kamar Istri Orang Lewat Jendela, Pria Asal Kabupaten Semarang Babak Belur Dikira Maling

Baca juga: Guru Honorer dari Sidoarjo Bobol Minimarket di Blora, Gasak Rokok 135 Bertumpuk-tumpuk

Baca juga: Seorang Tukang Gorengan di Pasar Laweyan Solo Jadi Tersangka Penggelapan Uang Simpanan Masyarakat

Ia pun berniat menjodohkan investor besar yang ada di Jateng untuk bermitra dengan UMKM.

"Jangan salah loh, pariwisata dan UMKM itu potensinya sangat besar. Pemerintah akan terus berupaya mendampingi mereka agar berjodoh dengan investor gede," kata Ganjar saat membuka gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) secara virtual, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya Pemprov Jateng telah melakukan pendampingan dan melakukan koordinasi agar UMKM bisa memenuhi spesifikasi pada industri besar.

"Sekarang kita balik, yang kecil- kecil (UMKM) yang banyak itu, didampingi untuk dicarikan partner (investor). Nantinya, partner itu yang bisa membesarkan," ujarnya.

Ganjar mengatakan semua sektor terutama investasi harus digenjot untuk economic recovery. Tidak hanya diam menunggu insentif supaya bangkit dari resesi.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Ratna Kawuri, menuturkan program menjodohkan investor besar dengan UMKM sudah dilakukan Pemprov Jateng pada 2019 lalu.

Pada 2019, ada sebanyak 53 UMKM yang telah bermitra. Sedangkan 2020 ada sekitar 10 UMKM yang sedang berproses untuk menjadi mitra empat investor.

"Ada beberapa bidang usaha dari investor. Bidang usaha terbuka dengan syarat, bidang udaha yang dicadangkan dengan UMKM, bidang usaha yang harus bermitra dengan UMKM. Selama ini yang kriteria harus bermitra, akan kami carikan mitranya," kata Ratna.

Ada indikator investor yang harus bermitra dengan UMKM, terutama mereka yang memiliki modal jumbo.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memiliki key performance indicator (KPI) yang satu diantaranya adalah kemitraan antara investor asing atau pengusaha besar nasional dengan pengusaha di daerah dan UMKM di lokasi usahanya.

Kemitraan tersebut bisa diterapkan pada setiap rantai produksi, apakah dari bahan baku, bahan penolong, trucking, pengadaan kemasan atau packing, dan lain sebagainya.

Meskipun demikian, Ratna membeberkan ada tantangan yang dimiliki UMKM agar bisa berjodoh dengan investasi besar. Menurutnya, industri akan berlandaskan pada efisiensi dan kualitas.

Baca juga: Daftar Harga HP Xiaomi Bulan November 2020

Baca juga: Siap-siap, Sepeda Impor akan Kembali Membanjiri Pasar Tanah Air pada Bulan Ini

Baca juga: Buka Festival Gedongsongo 2020, Bupati Semarang Berharap Kegiatan Ditingkatkan Level Internasional

Baca juga: Menduda 8 Tahun, Seorang Ayah di Kabupaten Tegal Ini Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved