Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Dampak Kenakan Cukai Rokok 2021, Harga Tembakau Anjlok, Petani di Batang Enggan Menanamnya Lagi

Dampak Kenakan Cukai Rokok 2021, Petani di Batang Enggan Tanam Tembakau Lagi: Harga Tembakau Anjlok, Terjun Bebas

Penulis: budi susanto | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Yayan Isro Roziki
Petani tembakau di Temanggung memotong bunga yang tumbuh di pucak pohon tembakau, beberapa waktu lalu. Bunga yang tumbuh mekar itu, bila tak dipotong dapat mengganggu pertumbuhan daun tembakau. 

Dampak kenaikan cukai rokok 12,5 persen pada 2021 nanti, langsung dirasakan masyarakat di Batang. Harga komiditi tembakau di Batang anjlok, terjun bebas. Karena itu, petani di Batang kapok, tak mau lagi menanam tembakau.

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Kenaikan cukai rokok semakin menekan nasib para petani tembakau di wilayah Pantura Barat Jateng. 

Ditambah lagi anjloknya harga tembakau karen imbas dari Covid-19 yang melanda Indonesia. 

Hal itu juga dirasa oleh para petani tembaku di Dukuh Geritan, Desa Kalirejo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Baca juga: Prihatin Sikap Presiden soal Kenaikan Cukai, Petani Tembakau Ziarahi Makam Ibunda Jokowi Sujiatmi

Baca juga: Ihwal Vaksin Covid-19 Berbayar dan Subsidi Pemerintah, Begini Skema yang Disiapkan Pemerintah

Baca juga: Komnas HAM Minta Keterangan Kapolda Metro Jaya dan Dirut Jasa Marga, Ihwal 6 Pengawal Rizieq Tewas

Baca juga: Ratusan Petani Tembakau Temanggung Siap Geruduk Instana Negara, Kecewa Jokowi Naikkan Cukai Rokok

Bahkan karena buruknya harga tenbakau serta kenaikan cukai, mayoritas warga desa yang semula menanam tembakau kini tak mau lagi menanam tanaman tersebut. 

"Sejak ada isu kenaikan cukai rokok tahun lalu harga tembakau anjlok, dan kini semakin tidak jelas harganya, belum lagi karena Covid-19," jelas Rozikin satu di antara warga Dukuh Geritan, Senin (14/12/2020).

Dilanjutkannya, harga jual tembakau tahun ini paling rendah dari tahun-tahun sebelumnya. 

"Di sini harganya Rp20 ribu per kilogram, itupun kalau ada yang membeli. Belum lagi jika cuaca tak mendukung yang menyebabkan kualitas tembakau tidak baik, pastinya tidak ada yang membeli," ujarnya. 

Selain di Dukuh Geritan, petani tembakau di Desa Kedunggading Kebupaten Kendal, juga merasakan hal yang sama. 

Meski pun harga tembakau di Desa Kedunggading saat panen beberapa waktu lalu lebih baik dari harga di Kabupaten Batang, namun para petani menuturkan harga tembakau tak seperti beberapa tahun lalu. 

"Di tempat kami bisa sampai Rp40 ribu per kilogram, harga tersebut jauh dibanding beberapa tahun lalu yang mendekati Rp100 ribu," kata Irul satu di antara petani tembakau di Desa Kedunggading. 

Adapun data terbaru dari BPS Provinsi Jateng, terdapat 4 wilayah yang memproduksi tembakau khususnya tembakau rajang di wilayah Pantura Barat Jateng. 

Produksi terbesar ada di Kabupaten Kendal dengan 1.331 ton pertahun, lalu Kabupaten Pemalang 245 ton, Kabupaten Batang 43 ton, dan yang terakhir Kabupaten Tegal 8,3 ton pertahun. (bud)

Baca juga: Bakul Tempe Mendoan di Kebumen Wajahnya Disebut Mirip Syahrini, Akui Ingin Ketemu Istri Reino Barack

Baca juga: Hasil Rekonstruksi Polisi: Anggota FPI Pengawal Rizieq Tembak dan Ingin Rebut Senjata Anggota Polri

Baca juga: PSG vs Lyon: Sudah Kalah Neymar Cedera Pula, Les Parisiens Takluk di Kandang Sendiri

Baca juga: Bupati Purbalingga Dinyatakan Positif Covid-19, Begini Kondisi Kesehatannya Saat Ini

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved