Berita Nasional

Rutin Pakai Masker Sebelum Pandemi Covid-19, Begini Potret Keseharian Buronan Teroris di Lampung

Buron teroris yang diburu sejak tahun 2002 akhirnya tertangkap di Lampung. Menurut warga sekitar Abdul Rahman, itu menjalani kehidupan yang tertutup.

Editor: Rival Almanaf
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ilustrasi Densus 88 tangkap terduga teroris 

TRIBUN-PANTURA.COM, LAMPUNG - Buron teroris yang diburu sejak tahun 2002 akhirnya tertangkap di Lampung.

Menurut warga sekitar, buronan kelas kakap tokoh Jamaah Islamiyah (JI), Zulkarnaen alias Abdul Rahman, itu menjalani kehidupan yang tertutup.

Bahkan ia sudah rutin memakai masker sebelum masa pandemi Covid-19.

Dengan demikian, wajahnya jarang kelihatan oleh tetangganya dan sukar dikenali.

Baca juga: Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Kota Semarang Minggu 20 Desember 2020 Buka di Lima Lokasi

Baca juga: Demi Yakinkan Masyarakat, Bupati Karanganyar Siap Menerima Vaksin Covid-19 Lebih Dulu

Baca juga: Longsor Kian Parah di Ngasinan Banyumanik, Tiga Keluarga Terpaksa Mengungsi

Baca juga: Kisah DV Warga Semarang Dihadang Gangster, Awalnya Minta Rokok Berujung Perampasan Barang

Fakta tersebut diketahui saat Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan dan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad meninjau rumah Zulkarnaen di Desa Taman Fajar, Purbolinggo, Lampung Timur, Sabtu (19/12/2020) malam.

 
Supriyanto, tetangga sebelah rumah mengatakan, Zulkarnaen dikenal warga dengan nama Abdul Rahman.

Baru tinggal 1,5 tahun, selalu pakai masker
"Baru sekitar satu tahun setengah tinggal di sini. Sebelum di rumah yang sekarang, dia tinggal di rumah dekat jalan itu," kata Supriyanto.

Menurut Supriyanto, jauh sebelum penangkapan pada 10 Desember 2020 kemarin, sebenarnya warga sudah curiga dengan Zulkarnaen.

Sejak pertama kali tinggal di desa tersebut, Zulkarnaen selalu mengenakan masker. Sehingga wajahnya tidak pernah terlihat.

"Sebelum (pandemi) Corona, sudah pakai masker setiap hari, jadi jarang kelihatan wajahnya," kata Supriyanto.

Pada saat penangkapan oleh Tim Densus 88 pun, warga seperti sudah tidak kaget lagi, lantaran perilaku tertutup dari Zulkarnaen tersebut.

"Jarang bergaul, seandainya keluar pun, misalnya ke mushala, usai shalat langsung pulang," kata Supriyanto.

Baca juga: Diguyur Hujan Sore Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Minggu 20 Desember 2020

Baca juga: Diguyur Hujan Sore Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Minggu 20 Desember 2020

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Minggu (20/12/2020) Ada di Satu Lokasi

Baca juga: Hasil dan Klasemen Serie A Liga Italia Pekan ke 12, Juventus Dekati Milan di Puncak

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, Zulkarnaen ini adalah salah satu tokoh Jamaah Al Islamiyah yang menyusun strategi sejumlah teror di Jakarta.

Di antaranya, pemboman Kedutaan Besar Filipina dan Gereja Katedral Jakarta dan Medan di tahun 2002.

"Kemudian, pemboman Gereja Atrium Senen dan Gereja HKBP Jakarta Timur di tahun 2000," kata Ahmad.

Lalu pemboman hotel JW Marriott tahun 2003, Kedutaan Besar Australia tahun 2004 serta konflik di Ambon dan kerusuhan di Poso.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved