Berita Kendal

Sugiono Sebut 77 Kilometer Jalan di Kendal Masih Rusak

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono menyebutkan, hingga penghujung 2020, terdapat 77 kilometer jalan masih rusak.

Penulis: Saiful Masum | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Ilustrasi jalan rusak 

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono menyebutkan, hingga penghujung 2020, terdapat 77 kilometer jalan masih dalam keadaan rusak.

Katanya, total panjang jalan kabupaten di Kendal mencapai 770 kilometer. Artinya, baru 90 persen jalan Kabupaten Kendal yang sudah dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan selama beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini menjadi PR sendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kendal khususnya bagi DPUPR agar segera merampungkan perbaikan akses jalan agar bisa fokus pada pembangunan infrastruktur lainnya.

Baca juga: Jelang Real Madrid vs Eibar, Momentum Los Blancos Naik ke Peringkat Dua, Ini Skenarionya

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan MT Haryono Temanggung, 2 Pemuda Meninggal, 2 Orang Luka-luka

Baca juga: Belasan Siswa MAN 2 Karanganyar Digerebek Polisi di Sebuah Bangunan Tua di Solo

Baca juga: Kasus Covid-19 di Gunungkidul Bertambah 50 Orang Dalam Sehari, Mayoritas dari Klaster Ponpes

"Jadi memang masih ada 10 persen jalan yang masih rusak dari total panjang jalan 770 kilometer. Terdiri dari 252 ruas jalan," terangnya Minggu, (20/12/2020).

Dari total panjang jalan yang sudah diperbaiki, lanjut Sugiono, 98 persen di antaranya dalam kondisi bagus atau mantap. Sisanya dalam kondisi sedang. 

Ia mengakui, adanya musibah pandemi Covid-19 menghambat progres pekerjaan jalan yang ditarget mencapai 100 persen pada 2020. Hal itu dikarenakan banyaknya anggaran pembangunan yang direfocussing sehingga menurun drastis. 

Kata Sugiono, pada 2020, pihaknya hanya mendapatkan Bantuan Provinsi (Banprov) sebanyak empat paket senilai Rp 15 miliar. Dana ini diperuntukkan membangun jalan Desa Darupono-Padaan senilai Rp 7 miliar, Kalisuren-Sojomerto Rp 4 miliar, Kaliputih-Cening Rp 2 miliar, dan jalan dari Desa Bringinsari-Purwosari Rp 2 miliar.

"Dari dana itu, progres pengerjaan jalan hanya bertambah 2 persen saja. Sehingga masih kurang 77 kilometer untuk menuntaskan jalan di Kendal," ujarnya.

Sugiono menjelaskan, sisa jalan yang rusak dimungkinkan tidak bisa tertangani pada 2020. Terutama di kecamatan bagian atas, meliputi Kecamatan Ringinarum, Singorojo maupun Limbangan.

Baca juga: Malam Tahun Baru, Tempat Wisata di Banyumas Hanya Bisa Dikunjungi Wisatawan Lokal

Baca juga: Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Pria di Banyumas Nekat Memanjat Tower BTS

Baca juga: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah, Berikut Prakiraan Cuaca Jawa Tengah dari BMKG Hari Ini

Sedangkan pada 2021 nanti, mengingat kondisi masih dimungkinkan pandemi Covid-19, pihaknya berharap ada terobosan-terobosan dari pemerintah pusat untuk mengalokasikan pembangunan jalan di Kabupaten Kendal. Mengingat bakal terbangun kawasan industri yang menarik para investor dari berbagai daerah. 

"Namun sisa jalan yang rusak, rata-rata berada di tempat yang relatif sepi. Sehingga, untuk akses kebanyakan orang menggunakan jalan yang bagus. Tiga tahun terakhir ini kami genjot terus pembangunan infrastruktur agar cepat tuntas," tutupnya. (Sam)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved