Penanganan Corona

Jokowi Ingatkan Kemungkinan Indonesia Lockdown: Bila Situasi Pandemi Tak Kunjung Membaik

Jokowi Ingatkan Indonesia Berpotensi Lock Down: Bila Situasi Pandemi Covid-19 Tak Kunjung Membaik: Hati-hati tolong jadi catatan.

Instagram.com/@sekretariat.kabinet
Potret Presiden Joko Widodo saat memberikan Keterangan Pers mengenai Perkembangan Penanganan dan Pencegahan Wabah Virus Corona (Covid-19). 

Presiden Jokowi mengingatkan Indonesia berpotensi lockdwon, bila situasi pandemi Covid-19 tak kunjung membaik dan penularan corona terus meningkat. "Hati-hati, tolong jadi catatan," kata Jokowi.

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyinggung soal kemungkinan Indonesia lockdown sebagai akibat dari pandemi Covid-19 yang belum kunjung membaik.

Hal itu disampaikannya saat berbicara dalam rapat terbatas bersama menteri dan gubernur yang disiarkan dalan live Instagram Sekretariat Presiden, Rabu (6/1/2021).

Mula-mula, Jokowi meminta semua pihak untuk bekerja keras dan mati-matian dalam mengurangi dan menghentikan dampak pandemi.

Baca juga: Jokowi Pastikan Program Vaksinasi Virus Corona Dimulai Pekan Depan

Baca juga: Janji Pelatih Anyar PSG Mauricio Pochettino: Jadikan Neymar sebagai Pemain Terbaik

Baca juga: Bansos Covid-19 Rp13,93 T Cair Awal Tahun Ini, Mensos Risma: Segera Belanjakan di Warung Terdekat

Baca juga: Instruksi Ganjar soal Pelaksanaan PTM di Seluruh Jateng: Tunda Dulu Semua!

Setelah itu, dia menyinggung perihal survei terakhir yang dilakukan pemerintah.

Survei menunjukkan, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan semakin menurun.

"Kaitannya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan itu turun."

"Sebab itu saya minta Komite dan Satgas agar ini diberikan tekanan lagi kepada komunikasi publik yang baik lewat televisi," ujar Jokowi.

Jokowi meminta ada pernyataan pengingat dan penegasan bahwa pelaksanaan 3M itu sangat penting dan harus terus dilakukan.

Jokowi mengingatkan pula agar disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M itu jangan sampai berkurang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengingatkan saat ini sejumlah kota di mancanegara kembali meneraplan lockdown.

"Dua hari lalu London lockdown, Tokyo juga sama. Bangkok yang dekat kita juga lockdown."

"Terakhir, kemarin bukan hanya London saja tapi Inggris juga (lockdown)," ungkap Jokowi.

"Hati-hati ini jadi catatan kita semuanya jangan sampai terjadi lonjakan yang sangat drastis (di Indonesia) sehingga kita dipaksa untuk melakukan (lockdown)," tegasnya.

Lebih lanjut, Jokowi merinci data kasus aktif Covid-19 pada November dan Desember.

Pada November, jumlah kasus aktif sebanyak 54.000 kasus.

"Pada Desember naiknya drastis sekali menjadi 110.000 kasus."

"Hati-hati tolong jadi catatan," kata Jokowi kembali memberikan penekanan.

"Masyarakat harus tahu mengenai itu, tidak menakut-nakuti tapi informasinya harus sampai kalau kita harus disiplin, jaga protokol kesehatan," tambahnya menegaskan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Saat Jokowi Ingatkan Potensi Indonesia Lockdown karena Situasi Pandemi yang Tak Kunjung Membaik

Baca juga: Istri Kalak BPBD Jepara Meninggal, Positif Covid-19: Beliau Perawat di Puskesmas Mlonggo

Baca juga: Seorang Suami Nekat Gantung Diri, Diduga Stres Dimarahi Istri Soal Ini saat Pandemi

Baca juga: Begini Rincian Teknis dan Kriteria Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jawa-Bali

Baca juga: Okupansi Pasien Covid-19 di Semarang dan Solo Capai 60 Persen Lebih, Pemprov Siap Lakukan Hal Ini

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved