Kamis, 21 Mei 2026

Penanganan Corona

Paket Belanja Online Bisa Jadi Media Penularan Covid-19, Begini Penjelasan Satgas

Paket belanja online yanh datang ke rumah ternyata bisa saja menjadi media penularan virus corona.

Tayang:
Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Ilustrasi belanja online 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Paket belanja online yang datang ke rumah ternyata bisa saja menjadi media penularan virus corona.

Hal itu dsiampaikan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi.

Dia mengatakan, kemungkinan terpapar Covid-19 karena kiriman paket bisa saja terjadi apabila tidak berhati-hati dan tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

"Ini diindikasikan juga misalnya menerima paket atau pesanan secara online yang tidak memenuhi protokol kesehatan atau tidak berhati-hati juga bisa menjadi risiko penularan," ujar Sonny dalam talkshow di akun YouTube BNPB Indonesia, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 19 Januari 2021 Kabupaten Batang Diguyur Hujan Hari Ini

Baca juga: Kabupaten Tegal Masuk Zona Orange Penyebaran Covid-19, Joko: Tren Penambahan Kasus Baru Fluktuatif

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Selasa 19 Januari 2021 Ada di Tiga Lokasi

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kota Tegal Selasa 19 Januari Buka di Tegal Timur dan 7 Tempat Lainnya

Selain harus berhati-hati menerima kiriman paket, kata Sonny, ada baiknya semua keluarga memahami protokol kesehatan sebelum memasuki rumah.

Hal tersebut untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 dari klaster keluarga yang kini menjadi klaster tertinggi di Indonesia, termasuk DKI Jakarta.

"Jadi bukan hanya kepatuhan terhadap protokol kesehatan (saat di luar rumah) tetapi mereka juga harus bisa bersikap bagaimana mereka pulang dari luar," kata Sonny.

Saat ini, kata dia, ada dua jalur penularan klaster keluarga yang pertama disebabkan oleh orang dari luar keluarga yang bertamu ke rumah.

Kedua adalah orang yang berada di rumah kemudian beraktivitas di luar rumah dan kembali ke rumah dengan membawa virus.

Dia mengatakan Satgas Covid-19 saat ini berusaha untuk menutup dua jalur tersebut.

Baca juga: Perluas Pelayanan Rapid Test Antigen, PT KAI Berencana Buka Layanan di Stasiun Pemalang

Baca juga: Ganjar Sebut PSBB Jawa Bali Selama Sepekan Belum Terasa Dampaknya, Sejumlah Aturan Diubah

Baca juga: Dibutuhkan Sekitar Rp 400 Miliar Untuk Perbaiki Semua Jalan Rusak di Pemalang

Baca juga: Antisipasi Bencana Alam Tahun Ini, Pemkab Tegal Siapkan Anggaran Rp 10 Miliar

"Jalur inilah kita coba tutup dengan edukasi yang lebih lengkap lagi, jadi apa yang harus dilakukan oleh masyarakat, oleh keluarga," kata Sonny.

Masyarakat, kata Sonny, perlu diedukasi kebiasaan baru bagaimana cara bertamu dan menerima tamu di masa pandemi.

Begitu juga cara pulang ke rumah dengan kebiasaan baru dengan cara mencuci tangan dan membersihkan diri.

"Bagaimana mereka menerima tamu, berhati-hati menerima paket yang dititipkan dari luar," tutur Sonny. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved