Berita Semarang
Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang Bakal Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Pasca Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid I Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (Disdikbudpora).
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN-PANTURA.COM, UNGARAN-Pasca Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid I Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang memutuskan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa SD dan SMP.
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo mengatakan pemberlakukan PTM bagi siswa SD dan SMP dikhususkan untuk mereka yang duduk di kelas VI SD dan IX SMP.
"Jadi untuk PTM pasca PPKM itu kami khususkan siswa yang mau melaksanakan ujian. Sehingga anak-anak yang menjadi haknya itu terpenuhi," terangnya kepada Tribun-Pantura.com, seusai melihat simulasi PTM di SMP 2 Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (26/1/2021).
Baca juga: Liga 1 Mandek, Pemain PSIS Semarang Asal Lampung Coba Peruntungan Jualan Durian
Baca juga: Tenaga Kesehatan di Puskesmas Slawi Tetap Fashionable Meski Mengenakan APD
Baca juga: Cara Meluruskan 8 Perilaku Buruk pada Anak
Baca juga: RS Penuh, Pemerintah Tak Kunjung Bayar Klaim Pelayanan Kesehatan Pasien Covid, Pandemi Kian Kritis
Menurut Sukaton, dalam pelaksanaan pembelajaran bagi peserta didik di Kabupaten Semarang selama ini memakai lima metode mulai sistem luar jaringan (luring), tatap muka, guru berkunjung, daring, dan melalui saluran radio.
Ia menambahkan, pembelajaran merupakan hak seorang anak atau siswa. Karenanya satuan pendidikan baik SD maupun SMP harus memastikan capaian nilai mereka terfasilitasi.
"Total SMP ada 102 baik negeri maupun swasta sedangkan SD ada 455 sekolah. Kami nanti juga akan meminta izin kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Semarang atas PTM ini. Semua sekolah sudah sesuai kriteria SKB empat menteri seperti memiliki thermogun dan prokes," katanya
Kepala SMP Negeri 2 Tengaran, Kabupaten Semarang Waluyo menyatakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2019/2020 jenjang SMP/MTs bakal diselenggarakan April 2021.
Selama PPKM lanjutnya, siswa belajar diarahkan secara daring. Kemudian mereka yang berdomisili pada wilayah terpencil susah akses internet difasilitasi guru berkunjung atau siswa datang ke sekolah.
Baca juga: Jadwal dan Formasi CPNS 2021, Diperkirakan Lebih Besar Dari Penerimaan 2019
Baca juga: Jadwal dan Formasi CPNS 2021, Diperkirakan Lebih Besar Dari Penerimaan 2019
Baca juga: Perhatikan Syarat Perjalanan di Jawa Bali di PPKM Jilid 2 yang Bergulir 2 Minggu Kedepan
"Nah, selama pandemi ini kami pakai sistem blendid learning atau pembelajaran tatap muka sebagian sisanya daring. Sebelum masuk kelas juga diterapkan protokol kesehatan bahkan didalam kelas dibatasi hanya 16 siswa," ujarnya
Selama di sekolah siswa juga dilarang berangkulan, berjabat tangan dan aktivitas yang memicu kerumunan ditiadakan termasuk waktu istirahat. Kemudian diwajibkan membawa bekal makanan atau minuman sendiri. (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/peroses-pembelajaran-tatap-muka-di-tengah-pandemi-covid-19.jpg)