Senin, 20 April 2026

Berita Semarang

Alami Beberapa Gejala Ini Setelah Divaksin Covid-19? Tidak Perlu Panik, Ini Penjelasannya

Proses vaksinasi Covid-19 sedang berlangsung di beberapa daerah termasuk di Kabupaten Tegal.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, saat ditemui setelah kegiatan simulasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Slawi, Senin (18/1/2021).  

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Proses vaksinasi Covid-19 sedang berlangsung di beberapa daerah termasuk di Kabupaten Tegal. Tahap pertama vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan penunjang kesehatan, proses vaksin sudah dimulai sejak Senin (25/1/2021) lalu.

Dalam pelaksanaannya, menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, selain skiring kesehatan yang membutuhkan waktu lebih lama yaitu di bagian meja observasi.

Meja observasi sendiri merupakan meja terakhir setelah penerima vaksin selesai disuntik.

Meja observasi fungsinya untuk melihat dan mengetahui apakah terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau tidak.

Baca juga: Kesaksian Relawan Evakuasi Jenazah Tersangkut di Sungai Comal, Kondisi Jenazah Luka di Kepala

Baca juga: Bocah 14 Tahun Bunuh Pegawai Banki, Dijatuhi Hukuman 7,5 Tahun Penjara

Baca juga: Viral Curhat Pilot Jadi Kuli Bangunan demi Bisa Makan, Dipecat karena Pandemi Covid-19

Baca juga: Dari 98 Negara, Selandia Baru Terbaik Menangani Covid-19, AS Nomor 94, Indonesia Peringkat Berapa?

"Setelah selesai divaksin, tidak boleh langsung pulang tapi harus transit dulu di meja observasi paling tidak menunggu 30 menit. Hal ini untuk mengetahui apakah penerima vaksin mengalami KIPI atau tidak. KIPI ada yang biasa saja (ringan) ada juga yang parah, sehingga setiap faskes yang mengadakan vaksinasi Covid-19 menyediakan satu ruang untuk menangani misal ada yang KIPI," jelas Joko, pada Tribunjateng.com beberapa waktu lalu.

Joko mengungkapkan, apapun vaksinnya tidak hanya vaksin Covid-19 seperti vaksin MR (Measles and Rubela), vaksin meningitis, vaksin hepatitis, dan vaksin lainnya ketika diberikan ke tubuh manusia pasti akan terjadi reaksi.

Baca juga: Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar Wafat, Jenazah Dimakamkan di Giribangun Solo

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang 28 Januari, Menurun Rp 4.000 Berikut Daftar Lengkapnya 

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang 28 Januari, Menurun Rp 4.000 Berikut Daftar Lengkapnya 

Baca juga: Breaking News: Jenazah Tersangkut Bebatuan di Aliran Sungai Comal Berhasil Dievakuasi

Baik reaksi lokal yaitu seperti bengkak di bagian yang habis disuntik, nyeri, dan lainnya. 

Atau pun reaksi sistemik yaitu mengalami tidak enak badan (nggreges), lemas, pusing, demam, meriang, biasanya demikian.

"Vaksin Covid-19 kan sebetulnya sama saja seperti saat diimunisasi, jadi masyarakat jangan terlalu khawatir jika setelah divaksin mengalami gejala seperti pegal, bengkak, sedikit meriang, tidak enak badan, pusing, karena ini semacam reaksi tubuh karena menerima benda asing. Tapi sampai saat ini saya belum pernah menerima informasi atau laporan kalau vaksin memberikan efek yang fatal," paparnya. (dta) 

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved