Selasa, 28 April 2026

Berita Jateng

Gubernur Ganjar Sebut Masih Ada Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng Selama PPKM

Kasus virus corona Covid-19 terus meningkat di sebagian wilayah di Jawa Tengah selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jaw

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Gubernur Ganjar memberikan pernyataan usai rakor penanganan covid dengan bupati/ wali kota se-Jateng secara virtual 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kasus virus corona Covid-19 terus meningkat di sebagian wilayah di Jawa Tengah selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut masih terjadi lonjakan jumlah kasus aktif covid di beberapa daerah. Bahkan, peningkatan kasus juga terjadi di daerah yang menerapkan PPKM.

"Catatan kami, masih ada daerah dengan peningkatan kasus covid," kata Ganjar, Senin (1/2/2021).

Ia menyebut di eks-Karesidenan Banyumas, Cilacap termasuk dengan peningkatan kasus signifikan dibandingkan daerah lain.

Lalu di Solo Raya termasuk Kabupaten Klaten, Sukoharjo, dan Wonogiri. Kemudian Kota Semarang.

Di wilayah Kedu, Temanggung masih mencatatkan rekor kenaikan angka aktif covid. Selain itu, di wilayah Muria atau eks-Karesidenan Pati, kasus di Blora dan Jepara juga masih tinggi.

"Daerah ini masih mengalami peningkatan. Kami mencoba untuk membantu kawan-kawan di sana," kata Ganjar.

Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan kepala daerah di wilayah tersebut untuk bersama-sama mengevaluasi dan memperbaiki persoalan apa yang terjadin

Namun, kata dia, ada berita baik di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan (Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Kota Tegal, Kota Pekalongan).

"Di daerah eks-Karesidenan Pekalongan, semua turun. Tentu ini berita baik," tandasnya.

Kemudian terkait okupansi atau keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di Jateng masih di bawah 60 persen.

Okupansi tempat tidur di ICU 49,95 persen sedangkan di ruang isolasi ada 53 persen.

"Artinya, ini (okupansi) makin bagus lagi. Kami lebih siap lagi. Karena kalau batasannya 60 persen, kami jauh di bawahnya. Selama PPKM kami juga minta kabupaten/ kota untuk menggenjot persediaan tempat tidur baik di isolasi maupun ICU," jelasnya.

Begitu juga dengan di tempat karantina terpusat yang masih memiliki banyak tempat tidur kosong.

Gubernur menyebut di Asrama Haji Donohudan Boyolali, dari kapasitas 846 tempat tidur, terisi hanya 83 bed.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved