Berita Tegal

Ternyata Ini Alasan Nelayan Kota Tegal Rami-ramai Jemur Rebon di Jalan Lingkar Utara

Ternyata Ini Alasan Warga Nelayan Kota Tegal Rami-ramai Jemur Rebon di Jalan Lingkar Utara

Tribunpantura.com/Fajar Bahruddin Achmad
Masyarakat nelayan di pesisir Kota Tegal menjemur rebon di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) penghubung Tegal - Brebes yang belum diresmikan, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Musim rebon menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di pesisir Kota Tegal

Warga yang biasanya mengolah ikan asin, sebagian beralih mengolah rebon untuk dijadikan bahan pembuatan terasi. 

Bahkan sejumlah nelayan di Kelurahan Muarareja, ramai-ramai menjemur rebon di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) penghubung Tegal dan Brebes.

Ancaman Loss Learning Itu Nyata, PGRI Jateng Minta Pemerintah Segera Izinkan Sekolah Gelar PTM

Fokuskan Vaksinasi Lansia dan Petugas Publik Usia di Atas 50 Tahun, Dinkes Semarang: Lainnya Sabar

Puluhan Pejabat Pemkot Tegal Dites Urine, Johardi: Ini Komitmen Lawan Narkoba

Bupati Tegal Umi Azizah Buka Program TMMD Sengkuyung Tahap I

Lokasinya ada di wilayah Kelurahan Pesurunganlor, Kota Tegal

Satu di antaranya seperti yang dilakukan oleh Narti (27). 

Ia memilih menjemur rebon di Jalingkut supaya proses pengeringannya lebih cepat. 

Narti mengatakan, rebon hasil tangkapan nelayan meningkat lagi dalam sepekan terakhir. 

Ia pun baru seminggu rutin menjemur rebon di Jalingkut.

Masyarakat nelayan di pesisir Kota Tegal menjemur rebon di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) penghubung Tegal - Brebes yang belum diresmikan, Kamis (4/3/2021).
Masyarakat nelayan di pesisir Kota Tegal menjemur rebon di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) penghubung Tegal - Brebes yang belum diresmikan, Kamis (4/3/2021). (Tribunpantura.com/Fajar Bahruddin Achmad)

Selain dia, ada empat pengelola bahan terasi yang ikut menjemur Jalingkut Kota Tegal.  

"Ada lima orang termasuk saya yang jemur di sini."

"Selagi belum diresmikan, jalannya kita manfaatkan. Kalau sudah diresmikan ya enggak," kata Narti kepada tribunpantura.com, Kamis (4/3/2021). 

Narti mengatakan, musim rebon menjadi berkah baginya dan masyarakat pesisir lainnya. 

Karena pengahasilan menjual bahan terasi lebih banyak dari pada penjualan ikan asin. 

Paling banyak dalam sehari produksi mencapai 1 kuintal bahan terasi. 

Setelah itu bahan terasi dikirimkan ke perusahaan pengolah terasi di Suradadi, Kabupaten Tegal. 

"Ini bahan terasi harganya juga lagi lumayan. Sekarang harganya Rp17 ribu per kilogram," jelasnya. 

Seorang pekerja penjemur rebon, Sukir (42) mengatakan, sebagian masyarakat ramai menjemur rebon di jalan baru sepekan terakhir.

Ia mengatakan, Jalingkut memang menjadi tempat menjemur tahunan. 

Itu pun karena Jalingkut penghubung Tegal dan Brebes belum diresmikan. 

"Jemur di sini tahunan, paling dua sampai tiga bulan. Karena belum difungsikan juga," ungkapnya. (fba)

Semangat Anggota Komunitas Kreasi Difabel Kabupaten Tegal di Tengah Pandemi Covid-19

Pembangunan Jembatan Rembun Pekalongan Sudah Capai 80 Persen

UPDATE Covid-19 di Kabupaten Tegal, Terkonfirmasi 4.903 Kasus

Satlantas Polres Pemalang Akan Buka Layanan SIM dan Pembayaran Pajak Malam Hari

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved