Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Pekalongan

Cari Makan Malam di Pekalongan? Yuk Cicipi Sego Otot Landungsari

Kuliner di Kota Pekalongan tidak hanya nasi megono dan tauto. Ternyata, ada nasi otot atau yang sering dikenal sego otot.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/INDRA DWI PURNOMO
Nasi megono otot Landungsari, Kota Pekalongan, Jawa Tengah 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Kuliner di Kota Pekalongan tidak hanya nasi megono dan tauto. Ternyata, ada nasi otot atau yang sering dikenal sego otot.

Saat mengunjungi Kota Pekalongan pada malam hari dan perut mulai keroncongan. Jangan lupa mampir di nasi otot warung makan kalong yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto, Landungsari, Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan.

Warung makan kalong ini, lokasinya tidak jauh dari Pasar Grogolan.

Nasi otot ini adalah nasi campur yang biasa. Nasi putih yang disertai sayur dan lauk. Tapi yang bikin luar biasa itu, karena ada tambahan olahan otot sapi.

Pantauan Tribunjateng.com, sekitar pukul 21.30 WIB, di warung makan kalong sudah banyak pembeli yang mengantre untuk membeli nasi otot.

Biasanya, ketika pembeli membeli nasi otot pasti megono menjadi pelengkap pada nasi tersebut.

Biar tambah enak lagi, pedagang selalu menawarkan potongan pete dan tempe mendoan agar cita rasa nasi otot lebih enak.

Biar lebih sedap lagi makanannya, nasi otot dicampuri megono.

Pembeli tidak hanya warga Pekalongan saja, ternyata banyak warga dari luar kota yang sering makan di warung makan tersebut.

Menjelang dini hari, di sekitar Jalan HOS Cokroaminoto, Landungsari, Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan bukannya sepi, lokasi ini kian hidup dan semarak karena warung-warung tenda yang menjajakan nasi otot kian ramai pengunjung.

Tri Mulyo (34) pemilik warung makan sego otot kalong mengatakan, menu otot itu merupakan urat-urat sapi atau kerbau yang disajikan bersama nasi megono khas Pekalongan.

"Dulu otot yang digunakan untuk pelengkap nasi megono yaitu otot kerbau. Sekarang, otot yang dipakai yaitu otot sapi," kata Tri pemilik warung Sego otot Landungsari kepada Tribunjateng.com, Sabtu (20/3/2021).

Meski yang dimasak adalah urat-urat sapi atau kerbau, ia mengungkapkan, ketika dimakan pembeli tidak akan kesusahan saat menyantapnya.

"Memasak otot cukup lama sekitar 3 jam agar lembut ketika dimakan. Terus, bumbu rempah-rempah menambah kenikmatan otot tersebut," ungkapnya.

Satu porsi sego otot, bisa dikombinasikan dengan lauk-lauk lainnya agar terasa nikmat ketika di makan.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved