Berita Regional
Jadi Pusat Keunggulan, SMK Ajak Mitra Industri Racik Kurikulum Bersama
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, telah meluncurkan program Merdeka Belajar episode 8 yaitu SMK
Penulis: m zaenal arifin | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, telah meluncurkan program Merdeka Belajar episode 8 yaitu SMK Pusat Keunggulan yang merupakan pengembangan dari kebijakan sebelumnya yaitu Revitalisasi SMK dan SMK Center of Exellence (COE).
Berbagai SMK antusias menyambut program tersebut, di antaranya SMKN 6 Semarang.
Kepala SMKN 6 Semarang, Almiati mengatakan, SMK Pusat Keunggulan tak jauh beda dari program SMK Center of Exellence. Almiati mengatakan siap menjalankan program tersebut
"Kemarin kami sudah SMK COE dan mendapatkan bantuan dari pusat. Kami berharap bisa lolos juga untuk menjadi SMK Pusat Keunggulan," kata Almiati kepada Tribun Jateng di SMKN 6 Semarang, Jumat (26/3/2021).
Dikatakannya, kunci program SMK Pusat Keunggulan, tak ada bedanya dengan revitalisasi SMK maupun SMK COE, yaitu adanya mitra industri yang diajak bekerja sama dan membuat kurikulum bersama.
Untuk itu, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai industri termasuk juga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang. Yang terbaru, SMKN 6 menjalin kerja sama dengan perusahaan nasional yaitu PT Metropolitan Golden Management yang merupakan manajemen Hotel Horison Group.
"Kerja sama dengan Horison Group itu untuk menjalankan proses pembelajaran teaching factory atau kelas industri jurusan Perhotelan. Jadi mereka nanti ikut membuat kurikulum, mengajar siswa, penempatan magang, hingga penyerapan lulusan," paparnya.
Selain itu, masih ada beberapa perusahaan atau industri yang sejak lama sudah bekerja sama. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ia akan menjalin kerja sama baru dengan industri lain menyesuaikan kejuruan yang ada.
Almiati berharap, SMKN 6 Semarang terpilih mengikuti program SMK Pusat Keunggulan. Dengan begitu, maka kualitas pendidikan di SMKN 6 lebih meningkat lagi karena didukung dengan berbagai sarana pendukung.
"Tentu saja kami berharap itu (lolos SMK Pusat Keunggulan--red). Dan kami siap menjalankannya. Namun yang menentukan nanti dari pusat," tandasnya.
Senada, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Nur Indah Yuniati juga mengaku siap menjadi bagian dari program SMK Pusat Keunggulan. Sebagaimana SMKN 6 Semarang, SMK Muhammadiyah 1 juga mendapat program COE dari Kemendikbud.
Dalam Program COE, SMK Muhammadiyah 1 Semarang menerima bantuan ruang praktik siswa. Ruang praktik tersebut digunakan untuk menunjang pembelajaran pengembangan praktik siswa kejuruan.
"Kami sudah mengajukan permohonan untuk SMK PK. Kemarin kita sudah dapat COE, tinggal ditingkatkan saja," katanya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Jawa Tengah, Samiran telah memerintahkan kepada seluruh SMK di bawah koordinasinya untuk berpartisipasi dalam program SMK Pusat Keunggulan dari Kemendikbud.
"Kami sudah koordinasikan kepada semua SMK. Ya harapannya banyak SMK di Jawa Tengah yang masuk program Pusat Keunggulan," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/mendikbud-nadiem-anwar-makarim-dalam-peluncuran-merdeka-belajar-episode-kesemb.jpg)