Breaking News:

Berita Kudus

Kepengurusan Petanesia Kudus Telah Terbentuk, Mawahib: Sesuai Dawuh Habib Luthfi

Kepengurusan Petanesia Kudus Telah Terbentuk, Mawahib: Sesuai Dawuh Habib Luthfi

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Ketua caretaker pembentukan pengurus Petanesia Kudus, Mawahib Afkar, saat bersama Habib Luthfi bin Yahya, beberapa waktu lalu. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibentuk dan didirikan Rais Aam Idarah Aliyah Jamiiyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah an Nahdliyah (Jatman), Habib Luthfi.

Kini, organisasi Petanesia telah dibentuk di Kabupaten Kudus.

Ketua caretaker pembentukan pengurus Petanesia Kudus, Mawahib Afkar, mengatakan Petanesia dibentuk berawal dari keprihatinan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya ini lantaran NKRI terus digoyang dengan kelompok gerakan radikalisme dan terorisme.

Baca juga: Habib Luthfi akan Lantik Anggota DPP Petanesia Besok Malam, Ganjar bakal Berikan Sambutan

Baca juga: Panitia Imlek Nasional Salurkan Bantuan Bantuan 40 Ton Beras dan Masker di Purbalingga

Baca juga: Ketua DPC Demokrat Kabupaten {ekalongan Mashadi Bersyukur Pemerintah Tolak Hasil KLB Deli Serdang

Baca juga: Dua Pemain Sepak Bola PS Putra Slawi Tersambar Petir saat Pertandingan, Satu Orang Tewas

Organisasi ini tentunya untuk menggelorakan semangat cinta Tanah Air agar NKRI tetap utuh.

"Sesuai dawuh dari pendiri Petanesia (Habib Luthfi), Kabupaten Kudus harus segera membentuk kepengurusan," katanya, Jumat (2/4/2021).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Golkar ini menuturkan pengurus terdiri dari berbagai kalangan profesional, lintas agama, ras, suku, golongan.

"Petanesia untuk merawat kebhinekaan, menjaga kebangsaan, karena hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman)," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Petanesia di Kudus sangat penting lantaran kabupaten yang terkenal dengan Kota Kretek ini merupakan simbol toleransi ajaran kanjeng Sunan Kudus.

"Di sini pula bukti akulturasi budaya dan perdamaian dalam beragama, berbangsa, dan bertanah air," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved