Berita Batang
Progres Pembangunan KIT Batang, Sejumlah Pekerjaan Ditarget Rampung Juni 2021
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
Penulis: Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
KIT Batang memiliki luas keseluruhan 4.300 hektare dan dibagi menjadi tiga kluster di mana kluster 1 merupakan kluster yang akan dikembangkan pada fase 1, khususnya pada lahan seluas 450 hektare.
"Ada tujuh proyek atau paket yang dikerjakan melalui kami. Saat ini ada dua yang dikerjakan dan progress-nya hampir 50 persen. Akhir Juni kemungkinan sudah selesai," kata Kepala Satker Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng dan DIY Kementerian PUPR, Javid Hurryanto, dalam diskusi secara virtual terkait pembangunan KIT Batang, Selasa (20/4/2021).
Dua paket yang dikerjakan itu yakni 11A dan 11B yang mana mengerjakan infrastruktur pendukung semisal jembatan, saluran irigasi, dan jalan konektivitas.
Pada proyek 1.1.A, kata dia, proyek pengerjaan telah mencapai 44 persen. Fokusnya pengerjaan struktur jembatan dengan bentang 120 meter yang melintasi Sungai Mata Air. Jembatan dikerjakan dengan sistem girder.
Selain jembatan ada juga pengerjaan struktur jalan beton setebal 30 sentimeter serta saluran drainase di dalam kawasan.
Sedangkan untuk proyek 1.1.B, capaian pekerjaan mencapai 45 persen dengan fokus pengerjaan jembatan Kali Kembar dengan bentang 80 meter. Serta pekerjaan drainase.
"Dua paket ini dialokasikan anggaran 350 miliar. Ini masih ongoing, Juni ditargetkan selesai. Ini masih ada sisa waktu dua bulan pelaksanaan. Ada Lebaran juga nanti diharapkan bisa selesai tepat waktu," katanya.
Sementara, lima paket proyek lainnya diharapkan rampung akhir 2021 dan 2022 mendatang.
Selain sederetan fasilitas lengkap yang akan dibangun di kawasan tersebut, KIT Batang memiliki beberapa keunggulan lokasi. Antara lain terletak di sisi utara Tol Trans Jawa yang dapat mempermudah akses ke kawasan industri, dilalui jalur double track kereta api dan berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa yang berpotensi dibangun pelabuhan.
Selain terkoneksi dengan moda transportasi kereta api dan pelabuhan, jalur darat juga melalui dua akses yakni jalur tol Trans Jawa dan jalur arteri jalan nasional pantura.
Ada paket pekerjaan yakni membangun simpang susun (interchange). Kawasan ini nanti terkoneksi dengan tol yang melalui simpang susun. Pembangunan yang dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) itu sudah memiliki progres 50 persen.
"Jalan dalam kawasan akan terkoneksi dengan tol. Kemudian akan terkoneksi dengan jalan nasional pantura," jelasnya.
Ada tiga titik jalan yang terkoneksi dengan jalur pantura Batang yakni di Subah, Gringsing, dan Tulis. Nantinya akses keluar dari kawasan ke jalan pantura akan dilakukan peningkatan jalan dengan dilebarkan menjadi empat lajur serta pelebaran di intersection atau persimpangan.
Sementara, pembagian tiga klaster di kawasan tersebut yakni kluster 1 seluas 3.100 hektare akan dilakukan pengembangan Industrial Estate & Industrial Township (Distrik Kreasi).
Lalu klaster 2 seluas 800 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Inovasi & Township (Distrik Inovasi), dan kluster 3 seluas 400 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Rekreasi & Township (Distrik Rekreasi).
KIT Batang juga akan didukung infrastruktur dan utilitas yang memadai. Misalnya pengadaan air baku dan air bersih, tempat penampungan limbah, tempat penampungan sampah, jaringan listrik, jalur sistem telekomunikasi, drainase, dan jaringan gas.(mam)