Berita Jateng
Kreatif, Pemuda Patakbanteng Dieng Sulap Sampah Plastik Jadi BBM
Sampah plastik masih jadi masalah serius bagi lingkungan. Ini pula yang sempat dirasakan warga Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar Wonosobo.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Rival Almanaf
Mulanya sampah plastik dimasukkan ke dalam tabung yang terbuat dari drum besi. Sampah itu kemudian dibakar atau dipanaskan dengan suhu tertentu.
Uniknya, ia tak memakai gas elpiji untuk memanaskan, melainkan limbah oli yang didapat dari bengkel. Ini sekaligus untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan dari limbah oli di masyarakat.
Tabung tempat sampah dipanaskan itu terhubung dengan pipa besi hingga uap menjadi BBM yang mengalir ke botol mineral.
"Bahan bakarnya juga kita manfaatkan dari limbah oli. Sehingga diharapkan oli tidak terbuang yang bisa mencemari lingkungan, " katanya.
Ia pun membuktikan langsung BBM dari sampah itu bisa dipakai sebagaimana bensin atau solar pada umumnya. Ia coba menuangkan BBM hasil pembakaran sampah ke tangki mesin pencacah sampah.
Baca juga: Ditahan Imbang Skotlandia, Inggris Gagal Akuisisi Puncak Klasemen Grup D Euro 2020
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Tegal Raya Hari Ini, Sepanjang Hari Berawan
Baca juga: Jambret Spesialis di Tegal Diringkus Polisi Sebelum Kabur Melaut Jadi ABK
Mesin yang biasa menggunakan solar itu pun langsung menyala dan bisa dioperasikan. Irhamto mengatakan, sebenarnya masih ada tahapan lagi atau proses penjernihan sehingga produk itu sempurna. Produk BBM dari sampah ini bisa juga dipakai untuk menghidupkan kendaraan, atau mesin-mesin lain yang memakai bahan bakar fosil.
Ia berharap, inovasi teknologi pengolah sampah semacam ini bisa memotivasi masyarakat untuk bisa mengolah sampah di sekitar mereka. Dengan kreatifitas itu, ia berharap sampah masyarakat tidak sampai dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang kapasitasnya terbatas.
"Targetnya, sampah masyarakat bisa diolah dan selesai sampai di sini," katanya. (*)