Breaking News:

Berita Slawi

Harga Jual Sapi di Kabupaten Tegal Naik Jelang Idul Adha

Pada momen Idul Adha tahun ini, diakui oleh Pemilik Peternakan Sapi PT Rodjo Banteng Mas, Heru Mulyono (34), berbeda dari tahun sebelumnya karena

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Pekerja sedang memberikan makan pada sapi yang ada di kandang berlokasi di Desa Bogares, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Pada momen Idul Adha tahun ini, diakui oleh Pemilik Peternakan Sapi PT Rodjo Banteng Mas, Heru Mulyono (34), berbeda dari tahun sebelumnya karena minat masyarakat untuk membeli hewan kurban relatif turun.

Menurutnya penurunan minat masyarakat membeli hewan kurban ada beberapa faktor, di antaranya sedang berlaku PPKM Darurat, belum lagi akses jalan yang ditutup, proses penyembelihan yang juga dianjurkan di Rumah Potong Hewan (RPH), dan wajib prokes.

Sehingga sebagai peternak, Heru mengaku pengaruh adanya PPKM Darurat ini lebih kepada terkendala dipengirimannya karena banyak penutupan jalan. 

"Dari dua kandang di tempat saya ada 34 sapi dan semuanya sudah habis terjual. Meski semua habis terjual tapi saya dan rekan-rekan sesama penyedia hewan kurban merasa minat pasar tahun ini turun dibandingkan tahun lalu," jelas Heru, pada Tribunjateng.com, Senin (12/7/2021).

Selain beberapa faktor seperti adanya penutupan jalan, faktor lainnya yaitu naiknya harga jual sapi di pasaran sehingga daya beli masyarakat menurun.

Katakan untuk harga sapi lokal jawa yang sebelumnya kisaran Rp 18 juta - Rp 19 juta per ekor sekarang naik jadi Rp 21 juta bahkan ada yang Rp 22 juta per ekor. 

"Kebetulan kalau saya menyediakan beberapa jenis sapi, seperti sapi Bali harga kisaran Rp 23 juta - Rp 33 juta beratnya 400-600 Kg. Lalu ada sapi lokal (Jawa) harga dibawah Rp 25 juta beratnya antara 300-400 Kg, dan ada sapi super harga Rp 35 juta - Rp 65 juta dengan berat antara 600-950 Kg. Sedangkan yang paling banyak diminati yaitu sapi range harga Rp 21 juta - Rp 25 juta," terangnya.

Ditanya apakah melayani pemotongan hewan kurban, Heru mengaku pihaknya menyediakan jasa pemotongan hewan namun terbatas. 

Dalam sehari ia hanya menerima dua sampai tiga customer yang ingin memotong hewan kurban. 

"Kebanyakan pembeli di saya juga masih bingung dengan mekanismenya bagaimana, apakah boleh memotong hewan kurban saat hariha Idul Adha atau kapan. Semisal boleh pun aturan atau tata caranya seperti apa juga belum ada edaran resminya. Sehingga ya saat ini kami masih menunggu apakah tinggal dikirim saja atau sekalian dipotongkan," tuturnya. 

Adapun sejauh ini Heru memiliki dua kandang ternak sapi yaitu satu ada di wilayah Karanganyar Kejambon Kota Tegal, dan satu lagi ada di Bogares Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal.

Karena Heru menjual sapi penggemukan, maka ia sudah mulai menyiapkan sejak 8 bulan lalu mengambil di daerah Tuban, Jepara, dan Wonogiri. Heru juga memiliki sapi indukan tapi sedikit hanya tiga ekor. (dta) 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved