Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Buruh Tanam Ganja dalam Pot di Tegal Berkait dengan Sejumlah Kasus Narkoba Lain, Ini Kata Polisi

Kasus Buruh Tanam Ganja dalam Pot di Tegal Berkait dengan Sejumlah Kasus Narkoba Lain, Ini Kata Polisi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Rilis kasus Budidaya Tanaman Ganja dan Peredaran Farmasi Tanpa Izin Edar yang ternyata memiliki keterkaitan satu sama lain, Kamis (15/7/2021) di halaman Polres Tegal. Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at menunjukkan barang bukti tanaman ganja dalam pot. 

Diketahui tersangka mendapat obat tersebut dari pemasok di Jakarta.

Untuk jenis obat eksimer, lanjutnya, oleh tersangka dijual dengan harga Rp10 ribu per 3 butir (pil). Sedangkan untuk jenis obat tramadol per 10 kaplet dijual Rp60 ribu.

"Semua yang dijual oleh tersangka merupakan obat yang masuk dalam daftar obat keras sehingga dalam penggunaannya harus menggunakan resep dokter."

"Perlu saya sampaikan obat-obat ini dapat menimbulkan efek kecanduan (adiktif)," terangnya.

Adapun barang bukti yang ditemukan saat penangkapan tersangka Budi Setiawan yaitu empat batang pohon ganja yang ditanam dalam pot, satu paket biji ganja dengan berat 1.204 gram.

Lalu, enam buah potongan batang ganja dengan berat kotor 0,633 gram yang disimpan di dalam kotak kardus, sisa sabu berat kotor 0,11 gram.

Serta, satu buah bong, dua buah potongan sedotan plastik, dan satu buah pipet kaca.

"Menurut keterangan tersangka yang bersangkutan menjalankan bisnis peredaran obat farmasi tanpa izin kurang lebih selama dua tahun."

"Selain itu konsumen didominasi anak-anak usia sekolah di wilayah Tegal dan sekitarnya, sehingga menurut saya sangat mengkhawatirkan apalagi dijual dengan harga terjangkau," ungkapnya.

AKBP Arie menuturkan, untuk tersangka RL dan RM pasal yang digunakan yaitu pasal 197 subsider pasal 196 lebih subsider pasal 98 ayat 2 UU RI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo pasal 55 ayat 1 dengan kurungan maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar - Rp1,5 miliar.

Sedangkan untuk tersangka BS dijerat pasal 111 ayat (1) subsider pasal 112 UU RI no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara atau denda Rp800 juta - Rp8 miliar.

Saat dimintai keterangan, tersangka Budi Setiawan (BS) mengaku awalnya tidak ada niatan untuk membudidayakan tanaman ganja.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved