Kamis, 7 Mei 2026

Berita Kendal

Berkah Pandemi Covid-19, Sajidin Bisa Jual 50 Ekor Lebih Kambing Kurban

Penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2021 di Kabupaten Kendal laku keras.

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Sajidin penjual hewan kurban di Kendal sedang memberikan makan kambing-kambingnya, Minggu (18/7/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2021 di Kabupaten Kendal laku keras.

Meskipun saat ini, masyarakat tengah dilanda pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. 

Satu di antaranya Sajidin warga Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal

Sajidin mengaku sudah berhasil menjual 50 kambing lebih pada tahun ini. Padahal, penjualan kambing kurbannya tidak pernah melampaui angka 50 ekor pada tahun-tahun sebelumnya. 

Ia pun optimis masih bisa menjualkan beberapa kambingnya di sisa waktu menjelang perayaan Iduladha nanti. "Tahun 2020 tidak sampai 50 ekor terjual. Sekarang sudah lebih, berkah bagi kami," terangnya, Minggu (18/7/2021).

Pada tahun ini, pria paruh baya ini menyiapkan seratusan kambing sebagai hewan kurban di pekarangan rumahnya. Ia mulai berjualan lebih awal sejak awal Juli lalu agar pembelinya semakin banyak.

Setiap ekor kambingnya, dibandrol Rp 3 juta - Rp 5 jutaan. Harga ini mengalami kenaikan Rp 300 ribu - Rp 500 ribu tiap ekor terdampak pandemi Covid-19.

Sedangkan kambing jenis gembel (domba), dibandrol Rp 2,5 jutaan per ekornya. "Kalau ramainya mulai H-10, ini juga masih banyak pesanan dari beberapa daerah," tuturnya.

Menurut Sajidin, meningkatnya penjualan hewan kurban tahun ini dipicu banyaknya calon jemaah haji yang batal pergi ke tanah suci. Sehingga, mereka pun melakukan kurban di kampung halaman sendiri. 

Ia juga optimis bahwa kondisi perekonomian masyarakat di tahun ke dua pandemi Covid-19 ini mulai membaik di banding 2020 lalu. "Semoga setelah perayaan Lebaran Kurban ini, pandemi Covid-19 selesai," harapnya. 

Dalam susana PPKM darurat ini, Sajidin memaksimalkan media sosial sebagai tempat promosi kambing-kambingnya. Dengan senang hati ia melayani para calon pembeli yang bertanya-tanya di media sosial dan yang mau survei lapangan.

Setiap calon pembeli kambingnya diharuskan melihat kambing yang dipesan secara langsung sebelum diantarkan. Manakala terdapat konsumen yang tidak bisa survei langsung, Sajidin memberikan jaminan uang kembali ketika kambing yang diantarkan tidak sesuai dengan pesanan. 

"Kalau ada yang tidak bisa survei langsung, pembayaran boleh transfer. Ketika kambing diantar tidak sesuai, maka bisa ditukar atau dibatalkan dan uang dikembalikan utuh," jelasnya.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Sri Wahyuni mengatakan, pihaknya sudah mendata 21 pengepul hewan kurban yang ada di Kabupaten Kendal.

Sebanyak 212 sapi dan 644 kambing/domba sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan sebagai hewan kurban. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved