Berita Jateng

Aktivitas Gunung Api Dieng Masih Level Normal

Sebagaimana gunung api lain, Gunung Dieng, kawasan yang dihuni banyak penduduk di sejumlah desa memiliki potensi ancaman tersendiri. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
IST
Aktivitas kawah Siglagah Dieng. 

TRIBUNPANTURA.COM, BANJARNEGARA - Sebagaimana gunung api lain, Gunung Dieng, kawasan yang dihuni banyak penduduk di sejumlah desa memiliki potensi ancaman tersendiri. 

Letusan atau erupsi hingga sebaran gas beracun kawah menjadi potensi yang tak terelakkan.  Ada 16 kawah dengan aktivitas vulkanik tersebar di sejumlah lokasi di kawasan gunung Dieng. Sebagian berada dekat dengan pemukiman warga. 

Kawah Siglagah di antaranya. Beberapa hari terakhir ini, kawah yang berada di wilayah Dusun Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, 
Jawa Tengah itu kembali mengeluarkan semburan lumpur. 

"Kawah Siglagah berada kurang lebih 200 meter dari pemukiman warga, " kata Aziz, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Senin (2/8/2021) 

Berdasarkan rilis resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pada tangal 30 Juli 2021 lalu,  Kawah Siglagah sempat menyemburkan lumpur.  Pusat semburan berada di salah satu rekahan di area Kawah Siglagah yang berada  di tebing sebuah bukit.

Semburan lumpur terjadi di sekitar kawah dengan radius kurang dari 10 meter dari sumber semburan. 

Material semburan dominan berupa 
lumpur. Suara semburan yang mirip suara dentuman lemah sesekali 
terdengar hingga jarak 100 meter dari sumber semburan. 

Data pengamatan dan pemeriksaan kawah Siglagah secara langsung 
di lapangan pada bulan Juli 2021, teramati embusan gas berwarna putih tipis 
hingga tebal, tekanan gas lemah hingga kuat, tinggi kolom hembusan gas 10 – 30 
meter. 

Suara embusan gas terdengar sedang hingga kuat. Pada Sabtu, 31 Juli 
2021, terdengar suara dentuman lemah hingga sedang serta semburan lumpur 
sepanjang kurang lebih 10 meter kearah utara dengan tinggi kurang lebih 1 - 3 meter.

Untuk aktivitas kegempaan, rekaman kegempaan tercatat tanggal 1 hingga 30 Juli 2021 terdiri dari gempa tektonik jauh sebanyak 12 kali, tektonik lokal sebanyak 34 kali, dan Vulkanik dalam (VA) sebanyak 12 kali. 

Analisis PVMBG, semburan yang terjadi pada 30 Juli 2021 di Kawah Siglagah tidak didahului kenaikan gempa-gempa vulkanik yang signifikan. Ini menandakan tidak adanya suplai  magma kepermukaan. 
Semburan yang terjadi lebih diakibatkan over pressure dan aktivitas permukaan. 

Untuk potensi bahayanya, dengan melihat sifat dan karakteristik kawah – kawah yang ada di Komplek  Gunung Dieng, potensi erupsi freatik di Kawah Siglagah masih bisa terjadi tanpa didahului peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan. 

Tetapi, pasca kejadian semburan lumpur, secara visual maupun instrumental, tidak
teramati gejala yang mengindikasikan perubahan sifat erupsi ataupun peningkatan
potensi ancaman bahaya di Kawah Siglagah

Tingkat aktivitas Gunung Dieng ditetapkan pada Level I (normal). Dalam tingkat aktivitas Level I (bormal), masyarakat diimbau agar tidak mendekati dan beraktivitas di sekitar area Kawah Siglagah. Ini untuk menghindari ancaman semburan lumpur dan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved