Rabu, 15 April 2026

Berita Slawi

BPMD Eks Karisidenan Pekalongan dan Bank Jateng Bantu Pemkab Tegal, Ini Wujud Bantuannya

BPMD Eks Karisidenan Pekalongan dan Bank Jateng Bantu Pemkab Tegal, Ini Wujud Bantuannya

Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Penyerahan bantuan secara simbolis dari Sekretaris 1 Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jateng Tegal, Dody Nugraha (baris tiga kanan), kepada Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, berlokasi di kantor Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal, Jalan Dr. Soetomo Slawi, Rabu (18/8/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jateng wilayah Eks Karesidenan Pekalongan dan Bank Jateng, menggelontor bantuan untuk Pemkab Tegal, guna penanganan pandemi Covid-19.

Rinciannya, BPMD Jateng Eks Karisidenan Pekalongan menyalurkan bantuan Rp15 juta, sementara Bank Jateng memberikan bantuan 1.000 lembar masker.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris 1 BadanBMPD Jateng Tegal, Dody Nugraha, kepada Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, didampingi Kepala Bank Jateng cabang Slawi, Fachrudin Arif, serta sejumlah pejabat lain yang turut hadir, di kantor Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal, Rabu (18/8/2021).

Dody menjelaskan, bantuan Rp 15 juta tersebut berasal dari anggaran BMPD Jateng Eks Karesidenan Pekalongan yang diperoleh dari iuran anggota. 

Terkait penggunannya apakah untuk membantu warga yang sedang isoman atau pun lainnya, menurut Dody, wewenang ada di Pemkab Tegal atau dalam hal ini BPBD dan Dinas terkait.

"Kami memberikan alokasi bantuan tidak hanya di Kabupaten Tegal saja tapi juga enam wilayah lainnya di eks karesidenan Pekalongan."

"Rinciannya Kota Tegal mendapat Rp120 juta, Kabupaten Tegal Rp15 juta, Kota Pekalongan Rp75 juta, Kabupaten Pekalongan Rp10 juta, Kabupaten Brebes Rp15 juta, Kabupaten Pemalang Rp10 juta, dan Kabupaten Batang Rp15 juta."

"Sehingga jika ditotal keseluruhan sebanyak Rp260 juta," jelas Dody, pada Tribunpantura.com

Dody menerangkan, jumlah alokasi bantuan yang diterima tiap daerah memang berbeda satu sama lain. Hal ini karena besaran bantuan disesuaikan dengan jumlah anggota bank yang ada.

Sehingga dapat disimpulkan semakin banyak anggota perbankan di satu wilayah, maka besaran bantuan yang diterima semakin banyak.

Jadi pemberian bantuan bukan sesuai jumlah penduduknya, melainkan jumlah perbankan yang ada di wilayah tersebut.

"Kota Tegal mendapat alokasi bantuan paling banyak karena anggota perbankan disana juga jumlahnya paling banyak dan nomor dua terbanyak ada di Kota Pekalongan."

"Kami tidak melihat jumlah penduduk atau lainnya, tapi sesuai jumlah anggota," ungkap Dody.

Selain memberikan bantuan alokasi dana sebesar Rp15 juta, Bank Jateng menambah bantuan dengan memberikan 1.000 masker yang kemudian diserahkan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal.

Masih di lokasi yang sama, Kepala DisdagkopUKM Kabupaten Tegal Suspriyanti mengatakan, bantuan Rp 15 juta nantinya digunakan untuk dana operasional pengendalian satgas Covid-19 di masing-masing pasar.

Adapun satgas Covid-19 di pasar tradisional anggotanya dari paguyuban dan teman-teman kepala UPTD pasar.

"Nantinya kami lihat mana yang benar-benar membantu pemerintah dan aktif menjalankan tugas, nah ini yang akan kami bagikan bantuan untuk operasional."

"Karena untuk operasional maka bantuannya bukan dalam bentuk uang melainkan barang, ya nanti akan kami koordinasikan terlebih dahulu," terangnya. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved