Breaking News:

Berita Slawi

Kabupaten Tegal PPKM Level 3, Kapan Boleh Buka Tempat Wisata? Ini Penjelasan Bupati Umi

Kabupaten Tegal PPKM Level 3, Kapan Boleh Buka Tempat Wisata? Ini Penjelasan Bupati Umi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Simulasi pembukaan daya tarik wisata (DTW) Guci Kabupaten Tegal secara bersyarat dan terbatas, Senin (23/8/2021). Simulasi hanya diperuntukkan bagi petugas, tak ada warga maupun wisatawan yang diizinkan masuk. Pedagang yang sudah terlanjur antusias mendengar kabar simulai pembukaan objek wisata jadi kecele. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Pembukaan objek wisata di Kabupaten Tegal masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah, usai mengikuti konferensi video bersama Gubernur Ganjar Pranowo terkait perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Tengah, Senin (23/8/2021), di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal.

Umi mengatakan pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) selaku lembaga pemerintah yang berwenang membagi level pembatasan kegiatan masyarakat di daerah selama masa penanganan pandemi Covid-19. 

Merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3 dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali disebutkan jika Kabupaten Tegal termasuk kriteria pembatasan level tiga.

“Untuk fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata, dan area publik lainnya di daerah dengan kriteria pembatasan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) level tiga ditutup sementara,” jelas Umi, dalam rilis yang diterima Tribunpantura.com, Rabu (25/8/2021). 

Adapun daerah yang sudah diizinkan membuka fasilitas umumnya adalah daerah dengan kritera PPKM level satu dan dua, yang tentunya dilakukan dengan pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 25 persen dan penerapan protokol kesehatan ketat.

Terkait adanya pelaksanaan simulasi pembukaan objek wisata air panas Guci, Umi menandaskan jika hal tersebut merupakan bagian dari persiapan rencana pembukaan objek pariwisata. 

Simulasi dimaksudkan untuk menguji kesiapan sistem dan personil serta metode yang paling efisien untuk menjamin penerapan protokol kesehatan sektor pariwisata.

“Jika PPKM Kabupaten Tegal sewaktu-waktu turun ke level dua, kita sudah lebih siap membuka tempat pariwisata. SOP (standar operasional prosedur)-nya mengikuti simulasi tersebut,” ujarnya.

Umi berharap, tren penurunan kasus penularan dan kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Tegal beberapa waktu terakhir ini bisa dibarengi dengan penurunan PPKM ke level dua.

Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Tegal Saidno, menuturkan jika simulasi di objek wisata Guci tersebut bukan menjadi penanda dibukanya kegiatan pariwisata, melainkan panduan bagi petugas dan wisatawan saat akan memasuki objek wisata.

“Simulasi tersebut dimulai dari pengecekan vaksinasi pada wisatawan, pengukuran suhu tubuh, metode pembayaran non tunai, hingga pembatasan jam operasional buka."

"Sementara nanti, wisatawan dibatasi dari Kabupaten Tegal dulu yang dari luar kota harus putar balik,” terang Saidno. 

Saidno juga menegaskan, jika hanya wisatawan yang sudah mendapat suntik vaksin Covid-19 minimal dosis satu saja yang diperkenankan masuk ke objek wisata di Kabupaten Tegal. (dta) 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved