Breaking News:

Berita Batang

Akhmad Handy Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada di Kabupaten Batang terlihat penuh bahkan cenderung overload dan mengotori lingkungan.

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DINA INDRIANI
Kepala DLH Batang Akhmad Handy Hakim saat ditemui di kantornya, Jumat (27/8/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada di Kabupaten Batang terlihat penuh bahkan cenderung overload dan mengotori lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Akhmad Handy Hakim mengatakan TPS memang menjadi sesuatu hal yang sulit dihindari, kebiasaan masyarakat masih cenderung dengan kumpul buang sehingga hal itu yang membuat TPS cepat penuh hingga overload.

"Selain itu, ada sebagian besar masyarakat tidak tertib di satu TPS yang ada di lingkungannya, melainkan memanfaatkan TPS di lain tempat, sehingga kebisaan itu yang harus bersama kita ubah," tuturnya saat ditemui, Jumat (27/8/2021).

Dikatakannya, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Perlu adanya sinergisitas antara masyarakat dan pemerintah dalam penanganan masalah sampah, karena ini lingkungan kita bersama jika bersih kita juga merasa nyaman," ujarnya.

Akhmad Handy Hakim juga  mengimbau masyarakat untuk dapat melakukan gerakan pilah sampah dari rumah, memilah sampah rumah tangga seperti organik dan anorganik secara tidak langsung membantu mengurangi limbah di lingkungan sekitar.

"Melihat volume sampah di TPA Randukuning yang semakin bertambah sehingga diperlukan kreativitas penanganan sampah, bisa dengan dipilah dulu dimulai dari rumah tangga dan kembali lakukan bank sampah di desa, atau bisa dibuat pupuk," ujarnya.

Selain itu, sebagai upaya untuk menjaga lingkungan lebih bersih ke depan pihaknya akan menutup atau menghilangkan TPS.

"Atau nanti ke depan kita akan tutup atau hilangkan TPS, agar lingkungan lebih bersih mana kala ada pengelolaan di lingkungan, jadi sampah dari masyarakat nanti langsung ke TPA diangkut dengan armada kecil roda tiga misalnya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved