Selasa, 7 April 2026

Berita Jateng

Pendengar Lagu Dangdut Meningkat Tiga Kali Lipat Sejak 2019

Tren konsumsi lagu dangdut di Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Media Gathering "Dengerin Joox Originals Dangdut Kalia Siska & SKA86 di Rooms secara virtual melalui Joox Rooms, pekan lalu. Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Tren konsumsi lagu dangdut di Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Peningkatan tersebut tercatat melalui Joox sebagai tuan rumah musik di Indonesia, yang menunjukkan adanya pertumbuhan cukup signifikan pada musik lokal satu ini.

Dikatakan PR & Communication Lead Joox Indonesia Eveline Isnaini, peningkatan terjadi mencapai tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir, tercatat sejak tahun 2019 lalu.

"Lagu dangdut mengalami pertumbuhan cukup signifikan.

Kalau dilihat dari tahun 2019, konsumsi jumlah lagu dangdut di Joox naik hingga tiga kali lipat," kata Eveline saat pertemuan dengan media secara virtual melalui Joox Rooms, pekan lalu.

Eveline menyadari, tren konsumsi lagu di Indonesia cenderung berubah dari waktu ke waktu.

Namun pihaknya sendiri melihat, sejak Joox diluncurkan tahun 2015, perubahan tren konsumsi musik hingga saat ini mulai ke arah musik-musik lokal.

Berdasarkan grafik dari platform digital musik streaming tersebut, Eveline menyebutkan, posisi teratas berhasil ditempati lagu-lagu lokal dengan presentase mencapai 80 persen pada tahun 2020.

Hal itu mampu menggeser lagu-lagu internasional yang semula berada di posisi teratas saat awal Joox berdiri.

"Dilihat dari top chart-nya Joox awal tahun hadir di Indonesia, 100 persen top chart itu lagu-lagu internasional.

Nah, pada tahun lalu, 80 persen top chart-nya diisi lagu-lagu lokal.

Jadi memang masyarakat Indonesia, terutama muda-mudi Joox, semakin menggemari dan mengapresiasi lagu lokal," sebutnya.

Ia melanjutkan, tingginya konsumsi lagu dangdut ataupun lokal lainnya saat ini juga tidak lepas dari kehadiran musisi-musisi baru ataupun artis pendatang baru dengan perkembangan tren lagu yang semakin relevan untuk masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, sebutnya, pihaknya sendiri telah berupaya mendukung pertumbuhan tren tersebut dengan memberikan ruang kepada para musisi lokal agar terus berkarya.

"Joox berupaya untuk menjadi rumah jagoan lokal. Kami membuat orkes musik dangdut, karena kami melihat memang semakin banyak musisi muda yang menyanyi dangdut dari berbagai daerah dan ternyata cukup banyak diterima masyarakat, serta sangat populer di daerahnya.

Kami ingin menggandeng mereka untuk semakin mengenalkan bakat dan karya mereka lebih luas.

Sejak Desember tahun 2020 lalu kami mulai program ini bekerjasama dengan belasan musisi muda seperti Ndarboy Genk, Tasya rosmala, Lusiana Malala, Lala Widi, Ilux, Kalia Siska, lain-lain," tukasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved