Kamis, 30 April 2026

Berita Jateng

Bupati Purbalingga Tiwi Harap Target Skor 3.100 Maturitas SPIP Bisa Tercapai

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi meminta agar pengawasan internal Pemkab Purbalingga ditingkatkan dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang b

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi pada acara pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi Pemkab Purbalingga, Senin (6/9/2021) di Gedung Andrawina Owabong, Bojongsari. 

TRIBUNPANTURA.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi meminta agar pengawasan internal Pemkab Purbalingga ditingkatkan dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Bupati mentargetkan Pemkab Purbalingga dapat meraih skor 3.100 untuk maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

"Tahun 2026 target kita skor maturitas SPIP kita ini berada di angka 3.100.

Cukup tinggi untuk mengejar target tersebut.

Oleh karenanya butuh supporting system SDM/Aparatur yang memiliki kompetensi baik dalam mengawal agar SPIP di seluruh OPD bisa berjalan lancar," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis.

Hal itu disampaikannya pada acara pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi Pemkab Purbalingga, Senin (6/9/2021) di Gedung Andrawina Owabong, Bojongsari.

Ia menambahkan, dengan diselenggarakannya Bintek ini, diharapkan mampu meningkatkan maturitas SPIP di Kabupaten Purbalingga.

Sehingga nantinya penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, efektif, efisien, bersih dan demokratis dan bisa berikan layanan prima kepada masyarakat ini bisa terwujud.

"Kita juga mendukung program nasional, yakni reformasi birokrasi, serta mewujudkan clean and good governance," ungkapnya.

Plt Inspektur Inspektorat Kabupaten Purbalingga, HR Imam Wahyudi, menyampaikan bimtek kali ini diikuti 20 peserta berasal dari Inspektorat Daerah, Bappelitbangda, Bakeuda, Bagian Ortala Setda, Bagian Administrasi Pembangunan Setda dan diselenggarakan selama 5 hari (6 - 10 September 2021).

"Setelah mengikuti Bimtek ini para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan dalam rangka mengawal, menilai, mendampingi OPD, dalam mengimplementasikan SPIP secara berkesinambungan," katanya.

Disamping terkait SPIP, Bimtek kali ini juga diberikan bimbingan mengenai penerapan Manajemen Risiko Indeks (Indeks).

Adapun narasumber yakni tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Jawa Tengah.

Anggota Tim BPKP Perwakilan Provinsi Jateng, Budi Priharyanto menjelaskan pengendalian intern terdiri dua hal, yakni mengendalikan tujuan yang ingin dicapai dan pengendalian dari risiko supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Menurutnya dalam SPIP, bobot paling berat yakni pada sisi perencanaan, yakni 40 persen.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved