Breaking News:

Berita Batang

Ketua PGRI Batang Minta Guru Wiyata Bakti Fokus Capai Passing Grade, Arief Beber Alasannya

Ketua PGRI Batang Minta Guru Wiyata Bakti Fokus Capai Passing Grade, Arief Beber Alasannya

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Diskominfo Batang
Sejumlah guru wiyata bakti di Batang saat mengkiti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang M. Arief Rohman meminta peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), khususnya para guru Wiyata Bakti (WB) lebih memfokuskan pada capaian passing grade

Sehingga ketika guru WB sudah mencapai passing grade, maka tidak perlu mengikuti tes lagi dan langsung penempatan.

“Guru WB yang sudah mencapai passing grade, ketika tahun berikutnya ada kuota lagi, maka sudah tidak perlu ikut tes seleksi lagi."

"Tinggal ditempatkan sesuai Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” tuturnya, Rabu (15/9/2021).

Arief memperkirakan pada tahun 2021 kuota guru P3K akan bertambah sehingga dia berharap seluruh guru WB Kabupaten Batang dapat diangkat menjadi P3K sampai tahun 2023.

“Seandainya sudah memenuhi passing grade, dia tinggal menunggu penempatan sesuai Dapodik masing-masing atau melalui penataan kembali,” tuturnya.

Ia memastikan, PGRI selalu mengawal rekan-rekan sesama WB dengan mengadakan pelatihan secara berkelanjutan.

“Kami sudah melakukan 4-5 bulan ini melatih teman-teman, sehingga siap berkompetisi secara sehat,” jelasnya.

Sementara untuk kriteria peserta pelatihan antara lain guru WB yang mengajar di sekolah negeri dan masuk Dapodik, guru yang mengajar di sekolah swasta.

Leserta seleksi yang belum pernah mengajar dengan syarat sudah memiliki sertifikat pendidik dan guru WB yang telah memiliki sertifikat pendidik.

Dikatakannya, PGRI juga mengharapkan Pemda Batang semakin meningkatkan kesejahteraan guru WB, para guru WB pun meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti pelatihan dan pengembangan kompetensi.

Nantinya, bagi yang belum pernah mengajar bisa mengikuti pengangkatan untuk mengisi guru yang pensiun atau meninggal akan terpusat di Disdikbud.

“Ketika di masa-masa kritis, beberapa tahun mendatang, mereka sudah siap karena akan ada pensiun guru besar-besaran,sehingga Disdikbud mulai tahun 2021 akan mengisi guru yang pensiun dengan guru baru, dan mulai diisi 1 Januari 2022,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved