Berita Pekalongan

Ada Naga Terbang di Langit Sawah Kuripan, Melongok Layangan Hias Karya Farid Warga Pekalongan

Ada Naga Terbang di Langit Sawah Kuripan, Melongok Layangan Hias Karya Farid Warga Pekalongan

Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Achmad Farid sedang menerbangkan layangan hias di tengah sawah yang berada di Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jumat (24/9/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Layangan unik dengan berbagai ukuran melayang di area tengah sawah Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (24/9/2021) sore.

Layang-layang itu tengah menggelar latihan bersama, ada berbagai jenis layangan mulai dari naga berekor panjang, burung, dan lainnya.

Ukurannya pun bervariasi. Ada yang normal, ada juga yang panjangnya mencapai 100 meter.

Achmad Farid (37) pembuat layangan hias menceritakan, ia mulai membuat layangan hias ini dari imbas pandemi Covid-19.

Achmad Farid sedang menerbangkan layangan hias di tengah sawah yang berada di Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jumat (24/9/2021).
Achmad Farid sedang menerbangkan layangan hias di tengah sawah yang berada di Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jumat (24/9/2021). (Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo)

"Tahun 2019 awal pandemi Covid-19, penyewaan sound yang saya geluti terkena imbas. Saya sempat bingung mau bekerja atau usaha apa."

"Saat itu di sekitar kampung masih ramai layangan hias."

"Akhirnya, saya membuat layangan hias yang beraneka ragam seperti layangan bergambar supermen, ikan, dan lainnya," kata Achmad Farid (37) pembuat layangan hias kepada Tribunpantura.com, Jumat (24/9/2021) sore.

Setelah itu, ada anak yang meminta dibuatkan layangan dengan gambar naga.

Mendengar itu, ia langsung belajar kurang lebih satu bulan.

"Satu bulan belajar akhirnya bisa membuat layangan bergambar naga dengan dihargai Rp300 ribu," imbuhnya.

Farid menjelaskan, ia menekuni membuat layangan ini karena hobi sejak kecil.

"Hobi saya itu membuat layangan dan musik mas."

"Selain itu juga karena imbas pendemi Covid-19 juga akhirnya beralih ke pengrajin layangan hias," jelasnya.

Ia belajar membuat layangan hias ini dari YouTube.

"Belajarnya saya dari YouTube, bisa buat layangan beraneka macam," ucapnya.

Dirinya bisa membuat satu layangan hias dalam waktu paling cepat satu minggu, paling lama satu bulan.

"Itu juga tergantung ukuran pesanan," kata Farid.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved