Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Jateng

Tekankan Spirit Kritisisme, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ajak Mahasiswa Koreksi Program Pemerintah

Mohammad Saleh mengajak kalangan mahasiswa untuk terus mempertahankan semangat kritis terhadap kebijakan dan program-program pemerintah.

Tayang:
Penulis: Laili LS | Editor: m zaenal arifin
Istimewa
SEMANGAT KRITIS: Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. Ia mengajak kalangan mahasiswa untuk terus mempertahankan semangat kritis terhadap kebijakan dan program-program pemerintah. (Dok) 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak kalangan mahasiswa untuk terus mempertahankan semangat kritis terhadap kebijakan dan program-program pemerintah. 

Menurutnya, peran intelektual muda sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan memastikan setiap program publik benar-benar berpihak pada rakyat.

“Mahasiswa jangan diam atau apatis."

"Justru kalian punya tanggung jawab moral untuk mengoreksi jalannya kebijakan negara."

"Tanpa koreksi dari masyarakat, pemerintah bisa kehilangan arah dan cenderung merasa benar sendiri,” ujar Saleh di Semarang.

DEMO MAHASISWA - Ribuan Mahasiswa di Semarang menggelar aksi damai di depan Kantor Gubenur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (18/2/2025). Mahasiswa menyerukan sejumlah hal mulai dari kebijakan gas subsidi, efisiensi anggaran, hingga isu beasiswa pendidikan yang dipangkas. (Tribun Pantura/Hermawan Handaka)
DEMO MAHASISWA - Ribuan Mahasiswa di Semarang menggelar aksi damai di depan Kantor Gubenur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (18/2/2025). Mahasiswa menyerukan sejumlah hal mulai dari kebijakan gas subsidi, efisiensi anggaran, hingga isu beasiswa pendidikan yang dipangkas. (Tribun Pantura/Hermawan Handaka) (Tribunpantura.com/Hermawan Handaka)

Saleh menegaskan bahwa DPRD sebagai lembaga legislatif terbuka terhadap masukan dan pengawasan dari publik, termasuk dari kalangan kampus. 

Ia menilai partisipasi kritis dari mahasiswa justru menjadi energi positif bagi pembenahan kinerja pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Bukan hanya demo, kritik bisa disampaikan lewat tulisan, diskusi, riset, atau bahkan lewat aksi sosial yang punya dampak nyata."

"Yang penting adalah substansinya: apakah yang kalian kritik berbasis fakta dan untuk kepentingan publik,” imbuhnya.

Baca juga: Dewan Sahkan APBD Perubahan Jateng 2025, Mohammad Saleh Dorong Peningkatan Layanan Dasar

Saleh juga menyoroti kecenderungan pembungkaman suara kritis, baik di ruang publik maupun media sosial.

Ia mengingatkan bahwa demokrasi sejati tidak bisa tumbuh tanpa keberanian menyuarakan perbedaan dan ketidaksetujuan.

“Pemerintah yang bijak adalah yang mau dikritik."

"Dan masyarakat yang sehat adalah yang berani bersuara."

"Mahasiswa berada di jantung dari kedua nilai itu,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Lebih lanjut, Saleh mendorong agar kampus menjadi ruang aman untuk berpikir bebas, berdiskusi terbuka, dan memproduksi gagasan alternatif terhadap realitas yang ada. 

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved