Kamis, 7 Mei 2026

Berita Jateng

Nyeri di Dada Tanda Terpapar Virus Covid-19? Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala, biasanya ada gangguan pada organ tubuh.

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Tangkapan layar Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Primaya Hospital, Bambang Budiono menjelaskan kaitan antara nyeri dada dan covid 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala, biasanya ada gangguan pada organ tubuh.

Yang paling umum gangguan pada sistem pernapasan karena turunnya saturasi oksigen dalam tubuh, hilangnya indera penciuman dan perasa, serta yang lainnya.

Namun demikian, dalam buku panduan informasi dari dunia kesehatan dunia atau WHO, ada sejumlah gejala yang ditimbulkan karena virus corona. Satu di antaranya nyeri di bagian dada.

Tetapi, tidak semua nyeri dada diidentikan dengan covid. Bisa saja ada penyakit lain yang mengintip anda.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Primaya Hospital, Bambang Budiono menuturkan covid merupakan penyakit seribu wajah.

Artinya, bisa menyerupai berbagai macam penyakit.

"Tentunya diperlukan pemeriksaan tambahan atau penunjang agar bisa diketahui nyeri dada tersebut karena penyakit jantung atau covid.

Penyakit jantung memiliki nyeri dada yang khas," kata Bambang Budiono dalam diskusi virtual pada Rabu (29/9/2021).

Nyeri di dada bisa jadi karena penyakit jantung koroner karena penumpukan lemak, penyempitan gangguan suplai dari pembuluh darah koroner ke otot-otot jantung.

Nyeri dada juga bisa terjadi karena tiba-tiba cemas karena situasi tertentu, atau terlalu khawatir.

Nyeri di dada bisa jadi menandakan adanya masalah pada paru-paru, otot, saraf, dan persendian, serta saluran tekak lambung.

Karena itu, perlu diagnosis dokter untuk membuat kesimpulan yang pasti.

Terkait nyeri dada karena penyakit jantung, ia menegaskan rasa sakit tidak harus di dada kiri, tapi juga bagian tubuh lain.

Misalnya, di belakang tulang dada, bisa menjalar ke leher hingga menimbulkan rasa seperti tercekik.

"Bisa juga nyerinya di bahu, rahang, di sekitar ulu hati. Karena itu dokter kerap tertipu.

Ada yang sakit di bagian ulu hati lalu minum obat maag, ternyata itu jantung," jelasnya.

Orang yang mengalami serangan jantung sering merasakan nyeri di dada sekaligus merasa tidak nyaman.

Gejala lainnya termasuk keluar keringat dingin, pusing, hingga hilang kesadaran.

Rasa nyeri itu muncul karena berkurangnya aliran darah ke jantung.

Darah ini mengandung oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan semua organ tubuh, termasuk jantung.

Karena itu, otot jantung akan memakai sumber energi lain untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yaitu asam laktak.

Namun asam laktat justru bisa menumpuk pada otot jantung dan menimbulkan rasa sakit.

Di sisi lain, menurut WHO, nyeri dada adalah gejala serius Covid-19.

WHO menyarankan orang-orang segera mencari pertolongan medis bila mengalami rasa nyeri di dadanya disertai sesak napas, napas pendek, dada seperti tertekan, dan sulit berbicara.

Ada beberapa alasan kenapa Covid-19 bisa menyebabkan dada terasa sakit, antara lain batuk keras yang membuat otot tertarik hingga robek atau tulang rusuk retak, menderita pneumonia, yang bisa jadi komplikasi Covid-19, paru-paru terinfeksi atau mengalami peradangan, mengalami emboli paru (bekuan darah masuk ke aliran darah menuju paru-paru).

"Namun demikian, hanya 2 persen orang yang sakit karena covid dengan dada yang sakit.

Nyeri di dada bukan gejala umum covid. Lebih sering terjadi pada orang dewasa 28 persen daripada anak-anak yang hanya 10 persen," bebernya.

Selain itu, ia menuturkan, nyeri dada adalah gejala klinis yang bisa terjadi pada banyak penyakit, bukan monopoli penyakit jantung koroner saja.

"Perlu dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik, dan berbagai pemeriksaan penunjang agar dapat membantu memastikan penyebabnya," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved