Sabtu, 18 April 2026

Berita Pekalongan

PR Pemkot Pekalongan saat Peringatan Hari Batik Nasional: Pemulihan Ekonomi Melalui Batik

PR Pemkot Pekalongan saat Peringatan Hari Batik Nasional: Batik Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi

Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (tengah) bersama Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Inggit Soraya memegang motif sarung batik pakem Kaumanan yang baru saja dipatenkan oleh Kampung Batik 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan menyelenggarakan peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tiap tanggal 2 Oktober secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, di Ruang Amarta Setda setempat, Sabtu (2/10/2021).

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, pihaknya bersyukur meski masih pandemi Covid-19, peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2021 masih bisa dilakukan.

Namun begitu, menurutnya, masih ada pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan Pemkot Pekalongan.

Yakni, bagaimana batik menjadi lokomotif pemulihan sektor ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

"Alhamdulilah pada tanggal 2 Oktober ini, kita memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2021 dengan meredanya kasus Covid-19 di Kota Pekalongan."

"Sehingga kegiatan-kegiatan ceremonial bisa dilaksanakan secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribupantura.com.

Pihaknya menekankan, pada Peringatan Hari Batik di tahun 2021 yang mengusung tema 'Lestari Batikku,Terlindungi Alamku' adalah bagaimana pemulihan ekonomi khususnya di sektor batik, sebagai andalan sektor usaha masyarakat Kota Pekalongan, di tengah pandem Covid-19

Pasalnya, pada saat kelonjakan kasus pandemi Covid-19, sektor batik juga termasuk yang sangat berdampak dengan adanya penurunan omset.

"Sehingga, upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi yaitu melaksanakan pelatihan-pelatihan digital marketing, pemasaran online, pelatihan ekspor terus dilakukan."

"Selain itu, kewajiban setiap kantor untuk menggunakan sarung batik serta seragam batik selama 1 minggu sekali yang diharapkan bisa menghidupkan kembali UMKM sektor batik pasca pandemi Covid-19," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved