Berita Tegal
Mengenal Mesin Predator Sampah di Tegal, Ubah 2 Ton Sampah Jadi Bahan Bakar Briket Per Hari
Mengenal Mesin Predator Sampah di Tegal, Ubah 2 Ton Sampah Jadi Bahan Bakar Briket Per Hari
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: yayan isro roziki
Pertama, sampah-sampah tersebut melalui mesin pencacah. Tetapi sebelum masuk mesin pertama, ada petugas yang melakukan pemilihan sampah.
Tahap kedua, sampah yang sudah dicacah masuk ke mesin pengepresan dengan tujuan mengurangi kadar air.
Setelah itu sampah diteruskan masuk ke mesin rotari untuk proses pengeringan sampah.
Kemudian tahap terakhir, sampah yang sudah kering memasuki mesin keempat, yaitu proses pencetakan.
"Setelah melalui empat proses itu, sampah sudah menjadi briket. Dan sudah bisa digunakan untuk bahan bakar," ungkapnya.
Paryo yang juga Ketua RW 08 Kelurahan Mintaragen, mengatakan, manfaat dari keberadaan mesin predator sampah tersebut sangat terlihat.
Karena sampah yang dihasilkan setiap harinya sekelurahan bisa terolah.
Tidak ada lagi sampah dari TPS 3R Mintaragen yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sementara untuk total petugas sendiri berjumlah 12 orang.
"Yang jelas mengurangi sampah di lingkungan. Sehingga tingkat kekumuhan di lingkungan terkurangi," ujarnya.
Olah 2 ton sampah per hari
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Resti Drijo Prihanto mengatakan, produk yang dihasilkan dari mesin predator sampah adalah briket.
Briket tersebut digunakan untuk pengganti batu bara.
Ia mengatakan, setiap hari tercatat sekira 2 ton sampah terolah menjadi briket.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/mesin-predator-sampah-sampah-briket-tegal-1.jpg)