Breaking News:

Bentrok Kopassus vs Brimob

Brimob Bentrok dengan Kopassus di Papua, Diduga Masalah Harga Rokok, 5 Polisi Terluka

Satgas Amole Brimob Bentrok dengan Anggota Kopassus di Papua, Diduga Gara-gara Masalah Harga Rokok bentrok kopassus-brimob

KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Anggota TNI Yonif 734 SNS bersama personel Brimob Komi 3 Yon Pelopor memperbaiki klinik kesehatan dan empat rumah dinas yang rusak di asrama Polres Maluku Tenggara Barat, Minggu (22/12/2019). 

TRIBUN-PANTURA.COM, PAPUA – Bentrok Kopassus vs Brimob terjadi di Papua. Dikabarkan, anggota Brimob bentrok dengan anggota Kopassus di Papua, diduga gara-gara masalah rokok.

Lima polisi anggota Brigade Mobil (Brimob) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Amole terluka setelah bentrok dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam Satgas Nanggala.

Bentrok ini diduga dipicu persoalan harga rokok yang dinilai mahal oleh anggota Kopassus Satgas Nanggala.

Kini, kelima petugas polisi anggota Satgas Amole harus mendapat perawatan medis.

Kelima anggota yang menjadi korban bentrokan tersebut yakni Bripka Risma, Bripka Ramazana, Briptu Edi, Bharaka Heru Bharatu Munawir dan Bharatu Julianda.

Diketahui keributan itu terjadi di lokasi Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepatnya di depan Mess Hall, Timika Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Sabtu (27/11/2021).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun-Papua.com, Minggu (28/11/2021), peristiwa itu berawal dari personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di pos RCTU Ridge Camp Mile 72 berjualan rokok.

Kemudian, personel Satgas Nangggala sebanyak 20 orang hendak membeli rokok.

Namun, puluhan anggota Kopassus tersebut menilai harga rokok yang dijual personel Satgas Amole terlalu mahal.

Tidak terima dengan mahalnya rokok mengakibatkan sejumlah anggota Satgas Nanggala melakukan pengeroyokan terhadap anggota Satgas Amole.

Halaman
12
Sumber: Tribun papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved